Ia mengingatkan, ibadah haji adalah pertemuan akbar umat Islam dari seluruh dunia, sehingga sangat berpotensi menjadi ajang penularan berbagai penyakit.
“Entah itu Covid-19, atau pneumonia itu akan menjadi isu-isu yang selalu ada setiap tahun. Karena mass gathering itu infectious,” kata Syarief.
Menanggapi hal tersebut, ia juga menyambut baik adanya manasik kesehatan dan memastikan Perdokhi akan menyiapkan modul pelaksanaannya. Dengan begitu, petugas kesehatan di daerah bisa memahami standar istithoah kesehatan haji sesuai ketentuan yang berlaku.