Keren! 8 Sekolah di Kotim Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri

adiwiyata 2
PENGHARGAAN : Serah terima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri yang digelar KLHK di Auditorium Dr Ir Soejarwo Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta, Rabu (2/10).

SAMPIT, radarsampit.com – Lima sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2024 dan tiga sekolah lainnya menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan itu diserahkan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Alue Dohong pada Rabu (2/10) di Auditorium Dr Ir Soejarwo Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta yang juga dihadiri sekolah adiwiyata, DLH Provinsi Kabupaten Kota, Satker BP2SDM serta mitra KLHK.

Bacaan Lainnya

Kepala DLH Kotim Machmer mengatakan ditingkat Provinsi ada 16 sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata Nasional dan 5 sekolah diantaranya berada di Kotim yaitu SDS 23 Best Agro, SDS Hamparan 2, SMAN 1 Cempaga, SMP Bumitama Metro Cempaga dan SMP Tunas Pertiwi.

Sedangkan, penerima penghargaan Adiwiyata Mandiri ditingkat Provinsi Kalteng berjumlah 10 sekolah dan tiga sekolah diantaranya berada di Kotim yaitu SMPS Hamparan 2, SMPS 1 Bumitama Antang Kalang, SDS Bumitama SBHE.

adiwiyata 1

“Sekolah-sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri ini sebelumnya sudah melalui proses penilaian secara berjenjang,” kata Machmoer, Kepala DLH Kotim, Kamis (3/10/2024).

Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1233 Tahun 2024 menyebutkan bahwa dari hasil penilaian yang telah dilakukan, KLHK menetapkan 512 Sekolah Adiwiyata Nasional dan 208 Sekolah Adiwiyata Mandiri.

“Sekolah yang mendapatkan penghargaan ini telah melakukan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) yang dibuktikan dengan melaksanakan 6 aspek perilaku ramah lingkungan hidup,” katanya.

Enam aspek itu diantaranya menjaga kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, menanam dan memelihara tanaman, mengelola sampah dengan 3R, konservasi air, konservasi energi, inovasi terkait Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).

“Untuk mewujudkan sekolah adiwiyata, DLH berperan memberikan pembinaan untuk membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujarnya.

Dari penerapan enam aspek gerakan PBLHS diharapkan dapat terwujudnya warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan, DLH juga sudah melakukan MoU kerjasama pada 2 Mei 2024 lalu dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag Kotim untuk melakukan gerakan PBLHS,” ujarnya.

Gerakan PBLHS merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, SMA, SLB dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

“Kerjasama MoU ini adalah bentuk komitmen bersama untuk mendorong sekolah di Kotim untuk melakukan gerakan aksi peduli dan berbudaya di lingkungan hidup di sekolah secara kolektif,” kata Machmoer.

Terpisah, Menteri LHK Siti Nurbaya melalui Wakil Menteri LHK Alue Dohong mengatakan bahwa KLHK memberikan penghargaan kepada 720 sekolah dari 31 provinsi di seluruh Indonesia yang berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional Tahun 2024.

“Penghargaan Adiwiyata merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan upaya berkelanjutan sekolah dalam mewujudkan penerapan Gerakan PBHLS. Hal ini juga menunjukkan bahwa gerakan PBLHS semakin meluas dan mendapat dukungan dari berbagai pihak,” ujar Alue Dohong Rabu (2/10).

Pos terkait