Warga Sampit Mulai Keluhkan Air Sungai Mentaya Terasa Asin

salah satu sudut perairan sungai mentaya
Salah satu sudut perairan Sungai Mentaya yang sudah dekat dengan Kota Sampit. (dok.radarsampit)

SAMPIT, Radarsampit.com – Warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Mentaya mulai merasakan perubahan pada kondisi air sungai. Air yang selama ini dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan sehari-hari disebut mulai terasa asin atau payau, terutama ketika air sungai sedang mengalami pasang.

Perubahan rasa tersebut menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang). Mereka menduga kondisi itu berkaitan dengan masuknya air laut ke aliran Sungai Mentaya.

Bacaan Lainnya

“Air sungai sekarang mulai terasa asin. Kami menduga air laut mulai masuk ke aliran Sungai Mentaya,” ujar Dedi, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Menurutnya, sebagian masyarakat masih mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, perubahan rasa air cukup mengkhawatirkan apabila berlangsung dalam waktu lama.

Kondisi air payau diduga dapat terjadi ketika debit air tawar di sungai mengalami penurunan. Saat volume air sungai berkurang, dorongan pasang dari laut dapat masuk lebih jauh ke aliran sungai.

Akibatnya, wilayah yang sebelumnya didominasi air tawar berpotensi mengalami perubahan rasa menjadi payau, terutama ketika pasang sedang tinggi.

Warga berharap kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Mereka menantikan hujan turun dengan intensitas yang cukup untuk meningkatkan kembali debit Sungai Mentaya.

Jika volume air tawar kembali bertambah, pengaruh air laut yang masuk ke sungai diharapkan dapat berkurang. Untuk sementara, masyarakat masih memantau perubahan kondisi air dari hari ke hari.

Warga berharap kondisi Sungai Mentaya segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat yang bergantung pada aliran sungai tidak terganggu.

 

 

 

 

Pos terkait