SMA Negeri 2 Sampit dikenal sebagai salah satu sekolah terpandang di kalangan masyarakat Kota Sampit. Capaian prestasi yang terus diraih sepanjang masa sekolah ini berdiri menjadi bukti eksistensi keberadaannya.
HENY, radarsampit.com
Kepercayaan masyarakat terhadap SMA Negeri 2 Sampit sebagai salah satu sekolah menengah atas terbaik di Kota Sampit, bahkan se-Kalimantan Tengah menjadi hal yang wajar disandang.
Predikat sekolah terbaik atau terfavorit diperoleh bukan dengan cara yang instan. Selama 40 tahun, sekolah yang berdiri di Jalan Gunung Kerinci itu terus membuktikan eksistensinya melahirkan puluhan ribu peserta didik siswa siswi yang berprestasi secara akedemik dan nonakademik.
Siapa saja yang berkunjung ke SMAN 2 Sampit bisa melihat sendiri. Puluhan bahkan mungkin ratusan piala berwarna emas hasil para siswa-siswi berprestasi yang dikumpulkan dari masa ke masa. Semua piala kebanggaan itu terpajang rapi di lemari etalase lobi sekolah, dan akan terus bertambah setiap tahunnya.
Pencapaian prestasi yang didapat dari peserta didik tentu saja tidak lepas dari peran dan dukungan para guru yang gigih melihat setiap peluang berbagai ajang perlombaan dan kegiatan pelajar yang diadakan di tingkat nasional hingga internasional. Peserta didik yang memiliki potensi dan bakat terus digembleng agar mampu meraih prestasi.
Pencapaian prestasi itu dibuktikan tiga siswa siswi dengan meraih juara 1 LKTI CHEACHO di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan ditahun yang sama tiga siswi lainnya juga meraih juara 2 dalam LKTI MOTOGPE ULM 2023.
Di bidang nonakademik, Muhammad Erwin meraih juara 2, Rusdi Badaly meraih juara 3 Poomsae Junior Putra, Zafira Indah meraih juara 1, Fetrina dan Sellanika Selviana meraih juara 2 Poomsae Junior Putri pada Kejuaraan Taekwondo Indonesia Papua Open 2022.
Di tingkat internasional, SMAN 2 Sampit juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Singapura dalam pembuatan karya tulis ilmiah tahun 2019, ikut serta dalam World Food Day Poster, dan meraih juara dua tahun berturut-turut pada tahun 2020 dan 2021.
Peserta didik SMAN 2 Sampit juga meraih peringkat 10 dunia matematika yang diselenggarakan di Jerman dalam ajang International Online Steam Olimpiad Math Tahun 2021, peringkat 10 besar dunia dalam lomba pemecahan masalah kasus menggunakan rumus matematika di Moscow tahun 2020 dan kerja sama dengan beberapa negara dalam berbagi budaya yang sudah diselenggarakan dalam 12 kali pertemuan secara online pada tahun 2022 dan tahun 2023 ini.
”Masih banyak lagi prestasi yang sudah diraih peserta didik kami dan itu baru terlihat konsisten selama sepuluh tahun terakhir ini,” kata Anwar Muttaqien, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Sampit seraya menunjukkan dua buku tebal berisi bukti prestasi juara dan sertifikat penghargaan yang selama ini diikuti, Jumat (10/11).
Guru yang juga siswa SMAN 2 Sampit angkatan keempat tahun 1987 dan lulus tahun1990 ini mengatakan, ada banyak perubahan SMAN 2 Sampit dari masa ke masa. Baik dari perkembangan sarana dan prasarana, juga dari pencapaian prestasi yang diraih peserta didik.
”Pada masa saya sekolah dulu, ada empat kelas, dua kelas biologi dan dua kelas sosial. Masing-masing kelas diisi 36 siswa. Total ada 140-an siswa. Pendaftaran masih sistem seleksi, saingan sekolah tidak banyak, SMAN 1 Sampit dan SPG,” kata guru yang juga menjabat Ketua Tim Penjamin Mutu Sekolah di SMAN 2 Sampit ini.
Di masa sekarang, jumlah peserta didik bertambah sepuluh kali lipat dibandingkan masa lampau. Pada tahun ajaran tahun ini, jumlah peserta didik sebanyak 1.112 siswa. Terdiri dari 32 rombongan belajar (rombel), kelas X (sepuluh) dan kelas XI (sebelas) 11 rombel, dan kelas XII (dua belas) 10 rombel.








