Kisruh Laga Sepak Bola Porprov Kalteng Barito Utara vs Kapuas

Satu Pemain Dikabarkan Kritis, Panitia Tegaskan Bukan Pemukulan

boks
DIRAWAT: Pemain sepak bola Kapuas saat terbaring lemah di RSUD dr Murjani Sampit, Kamis (27/7/2023). (FAHRY/RADAR SAMPIT)

Laga sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng antara Barito Utara melawan Kapuas diwarnai satu pemain yang sempat dikabarkan kritis. Protes muncul dari kubu Kapuas. Namun, panitia menyebut insiden itu bukan pemukulan.

FAHRY ILHAMI SAMOSIR-HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Laga panas tersaji ketika kedua kesebelasan dari Batara dan Kapuas berlaga di lapangan Stadion 29 November Sampit, Kamis (27/7). Pemain sepak bola asal Kapuas, Rian Dwi Saputra (20), harus terkapar di lapangan ketika pertandingan masih berlangsung.

Wakil Ketua Panitia Porprov Kapuas Rahmat M Noor mengatakan, kejadian itu berawal saat skor pertandingan Barito Utara vs Kapuas berimbang 1-1. Tanpa pihaknya tahu penyebabnya, tiba-tiba Rian mengalami luka pukul pada leher. Luka itu dituding akibat pukulan pemain Batara.

”Kami dari pihak Kapuas pasti akan melaporkan ini kepada panitia Provinsi,” kata Rahmat.

Pihaknya juga memberikan nota putusan keras atas kejadian tersebut dan menyerahkan ke bidang hukum. ”Melalui event ini, harusnya kita saling menjaga silaturahmi, bukan saling adu jotos,” tegasnya.

Meski satu pemainnya harus dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit, kesebelasan Kapuas justru memenangkan laga dengan skor 2 – 1.

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kapuas Samudi mengaku tak bisa memberikan informasi kronologi kejadian secara detail. Dia hanya meminta doa untuk seluruh atlet dan official sepak bola Kapuas, agar pemain yang cedera segera sembuh.

”Mohon maaf saya tidak bisa menyampaikan kronologis jelas. Menindaklanjuti kejadian ini, saya hanya minta doanya agar pemain lekas sembuh dan malam ini juga saya akan mengajukkan surat protes dan tanggung jawab kepada panitia porprov untuk segera melakukan investigasi atas kejadian yang menimpa pemain Kapuas,” kata Samudi.

Samudi tak ingin pertandingan sepak bola Porprov menimbulkan keributan. Mengingat pertandingan masih berlangsung sampai 5 Agustus mendatang.

”Kami mengharapkan pertandingan berjalan sportif dan permasalahan ini diselesaikan dengan melakukan investagasi kejadian. Kami meminta panitia porprov melakukan perbaikan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Saat ini pemain masih dirawat di rumah sakit, responsnya masih lemah, hasil rontgen sudah diterima, tetapi kami tidak berani menyampaikan karena ini sudah ranah medis,” ujar Samudi.

Koordinator Lapangan Bagian Rumah Sakit dari Tim Kesehatan Porprov 2023 Anggun Iman Hernawan mengatakan, pasien sudah ditangani di IGD dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis syaraf, spesialis THT, dan dilakukan CT scan.

”Alhamdulillah, pasien pemain sepak bola dari Kapuas sudah berangsur sembuh. Hasil CT Scan masih dalam batas normal. Hanya ada sedikit pembengkakan dan hasil rontgen tenggorokan dan cervival normal. Sementara ini pasien dirawat untuk dilakukan observasi oleh dokter spesialis syaraf,” kata Iman.

Terpisah, Koordinator Cabor Sepak Bola Porprov Kalteng Saptono menjelaskan, insiden yang menimpa pemain sepak bola Kapuas bukan pemukulan.

”Kronologi itu terjadi di lapangan sepak bola, di dua titik yang berbeda. Awalnya tim penyerang dari Barito Utara melakukan pelanggaran terhadap penjaga gawang dari Kapuas. Saat penjaga gawang mendapatkan bola, spontanitas melakukan reaksi terhadap tim penyerang, sehingga diberikan pelanggaran kartu kuning,” kata Saptono.

Selanjutnya, pada sisi sebelah barat, terjadi insiden lagi. Dua pemain Batara mengapit pemain Kapuas, Rian. Tak berapa lama, pemuda itu terkapar di lapangan.

”Orang-orang menyebutnya terjadi pemukulan. Padahal, pemain Kapuas ini jatuh sendiri. Wasit memang tidak melihat, tetapi asisten wasit II yang melihat sendiri pemain Kapuas diapit dua pemain Batara, lalu terjatuh sendiri,” kata Saptono.

Pos terkait