Pembinaan Kemandirian Berbasis Jasa di Lapas Sampit

Bisa Pilih Cuci Kendaraan atau Pangkas Rambut

pembinaan lapas sampit
PEMBINAAN: Warga binaan Lapas Sampit mendapatkan pembinaan keterampilan jasa cuci mobil, Sabtu (17/1).

Melalui program pembinaan kemandirian berbasis jasa, warga binaan diajari mencuci kendaraan serta memangkas rambut. Diharapkan mereka bisa kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.

YUNI PRATIWI, Lapas Sampit

Bacaan Lainnya

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus memperkuat perannya dalam pembinaan sebagai jembatan reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Melalui program pembinaan kemandirian berbasis jasa, lapas tersebut mengembangkan kegiatan pencucian mobil dan sepeda motor serta barbershop sebagai bekal keterampilan kerja bagi WBP.

Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan secara rutin di area khusus dalam lingkungan lapas, Sabtu (17/1), dengan pengawasan langsung petugas pemasyarakatan guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Dalam program pencucian mobil dan sepeda motor, WBP dibekali pemahaman dasar hingga teknis mengenai tata cara pencucian kendaraan yang baik dan benar.

Materi meliputi penggunaan peralatan, pemilihan bahan pembersih, serta upaya menjaga kualitas dan kebersihan hasil kerja.

Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja.

Sementara itu, melalui program barbershop, WBP yang memiliki minat dan bakat di bidang tata rambut mendapatkan pelatihan mulai dari teknik dasar hingga lanjutan dalam memotong rambut, menjaga kebersihan peralatan, serta memberikan pelayanan yang baik kepada pengguna jasa. Program ini dinilai memiliki peluang usaha yang cukup besar di masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kesiapan WBP sebelum kembali ke masyarakat.

“Melalui kegiatan pencucian mobil dan motor serta barbershop ini, kami berharap WBP memiliki keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha maupun untuk mencari pekerjaan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan tersebut tidak sekadar mengisi waktu selama menjalani pidana, tetapi diarahkan untuk membentuk sikap mental yang positif.

“Pembinaan ini bertujuan membangun disiplin, tanggung jawab, rasa percaya diri, serta kesiapan WBP untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan produktif,” tegasnya.

Muhammad Yani juga menegaskan komitmen Lapas Kelas IIB Sampit untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan sesuai dengan potensi serta minat WBP.

Pos terkait