Konsorsium Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Tetap Berlanjut

Konsorsium Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Tetap Berlanjut
KERJASAMA: Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah dan CDO PT. SINP-PBNA (Astra Agro) Hayatun Ridwan usai penandatanganan MoU pembangunan dan perawatan jalan dengan pola konsorsium beberapa hari lalu. (PROKOM/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Program pembangunan dan pemeliharaan jalan dengan pola konsorsium perusahaan swasta (CSR Partisipatif) terus berlanjut.

Setelah sukses di periode sebelumnya dan mendapat apresiasi dari banyak pihak termasuk pemerintah pusat, tahun 2022 ini program ini kembali dilaksanakan dan didukung oleh 11 perusahaan yang beroperasi di Kobar.

Perusahaan yang terlibat ialah PT. Astra Agro Lestari (Astra Agro Lestari Group), PT. Bangun Jaya Alam Permai (BJAP), PT. Egreendo, PT. Ensburry Kalteng Mining, PT. Intrado Jaya Intiga, PT. Arut Sawit Mandiri (ASM) untuk di wilayah Kecamatan Arut Utara.

Wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama ada PT. BGA Group, PT. Kalimantan Sawit Abadi (KSA) CBI Group dan PT. Sungai Rangit Sampoerna Agro. Sedangkan Kecamatan Pangkalan Banteng terdiri dari PT. Korintiga Hutani (KTH) dan PT. Surya Sawit Sejati (SSS).

Kemudian di wilayah Kecamatan Pangkalan Lada terdapat PT. Surya Sawit Sejati (SSS). Sedangkan total target pembangunan dan pemeliharaan jalan sepanjang 115,6 kilometer di 4 kecamatan.

Pelaksanaan program ini dimulai dengan telah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara perusahaan yang terlibat dengan Bupati Kotawaringin Barat.

Baca Juga :  Hindari Banjir Besar, Sepeda Motor Harus Naik Getek

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah menyampaikan bahwa program pembangunan jalan dengan pola konsorsium ini dilaksanakan dalam rangka percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, meningkatkan pelayanan publik serta pemerataan hasil pembangunan yang berkeadilan.

“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat telah berkomitmen untuk mewujudkan misinya yaitu membangun di segala bidang yang ditempuh dengan berbagai strategi dan kebijakan,” kata Hj. Nurhidayah.

Pos terkait