Korban Kebakaran Bisa Usulkan Pembangunan Rumah Hangus, Catat Syaratnya!

Pemkab Kotim Bantu Korban Kebakaran

bantuan korban kebakaran
BANTUAN: Wakil Bupati Kotim bersama Ketua DPRD Kotim Rinie menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran Desa Bangkuang Makmur Kecamatan MB Ketapang, Kamis (9/3). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap musibah kebakaran Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dengan menyalurkan bantuan, Kamis (9/3).

Bantuan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kotim itu diserahkan Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rinie Anderson, Kepala BPBD Kotim Multazam, dan Kepala Dinas Sosial Kotim Wiyono.

Bacaan Lainnya

“Inalilahi wainalilahi rojiun. Musibah tidak kita kehendaki, tetapi kita tidak bisa menghindari apabila musibah datang kepada kita, karena semua yang diciptakan Allah, nyawa, harta, keluarga, dan pekerjaan adalah atas kuasa-Nya. Apabila Allah menginginkan kembali, semudah membalikkan telapak tangan,” kata Irawati.

Irawati sangat prihatin atas musibah yang menimpa warga Desa Bangkuang dan sebelumnya juga menimpa warga Kelurahan MB Hulu.

”Kami mengunjungi sekaligus memberikan bantuan kepada saudara kita yang mendapat musibah kebakaran di Desa Bangkuang Makmur dan yang kedua di Kelurahan MB Hulu Kecamatan MB Ketapang. Mudahan di balik Allah memberikan musibah ada hikmahnya, karena Allah tidak mungkin memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya,” ujar Irawati.

Multazam yang baru menjabat Kepala BPBD Kotim mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah yang hadir pascamusibah yang menimpa warganya.

”Ada beberapa bantuan dari BPBD dan dari Dinas Sosial yang disalurkan. Ini merupakan arahan Bupati Kotim untuk merespons kondisi lapangan dengan memberikan bantuan agar dalam kehidupan para korban sehari-harinya berjalan lancar,” katanya.

Bantuan yang diserahkan berupa keperluan utama mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Di antaranya, minyak goreng 2 liter, sarden 10 kaleng, susu 2 kaleng, kopi 2 bungkus, gula pasir 2 kg, teh 2 kotak, air mineral 2 dus, garam 2 bungkus, mi instan 1 dus, kecap manis 2 botol, dan sabun cuci 1 kg. Ada pula bantuan sandang, seperti selimut, kain, dan perlengkapan dapur.

Menurutnya masih ada beberapa hal yang harus dipenuhi, seperti pondok sementara untuk mereka tinggali. ”Jadi, sementara posisi mereka menginap di tempat masing-masing keluarga yang terdekat. Mereka berharap bisa mempunyai rumah tinggal,” ujarnya.

Multazam menambahkan, ada beberapa gerakan kepedulian dari masyarakat. Bahkan, kepedulian juga datang dari beberapa lembaga sosial untuk memberikan bantuan. “Kami berharap mereka bisa bersinergi agar dalam memberikan bantuan tepat pada peruntukannya,” ujarnya.

Multazam melanjutkan, bantuan telah diserahkan dengan baik kepada masing-masing korban. Diharapkan bantuan tersebut dapat bermanfaat dan mengurangi beban mereka yang tertimpa musibah.

Kepala Dinsos Kotim Wiyono mengatakan, bantuan bersumber dari APBD Kotim dengan anggaran sekitar Rp10 juta untuk empat korban kebakaran di Desa Bangkuang Makmur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban korban. Pemkab Kotim dapat membantu membangunkan rumah yang layak, namun ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

”Bantuan yang kami berikan tidak seberapa tetapi kami berharap itu dapat sedikit membantu meringankan beban hidup korban. Bantuan pendirian bangunan rumah bisa diusulkan korban, tetapi ada banyak syarat yang harus dipenuhi, salah satunya status tanah dan rumah sudah bersertifikat hak milik sendiri atau milik korban,” ujarnya.

Wiyono mengajak masyarakat Kotim ikut peduli berbagi rezeki untuk korban kebakaran. ”Korban kebakaran itu saudara kita, siapa saja masyarakat yang memiliki rezeki bisa ikut berbagi datang langsung memberikan bantuan untuk korban. Ketua RT setempat diharapkan ikut bergerak mengajak warganya menggalang dana untuk korban kebakaran agar dapat membantu meringankan beban hidup para korban yang tertimpa musibah,” katanya. (yn/hgn/ign)

Pos terkait