SAMPIT, radarsampit.com – Instalasi Bedah Sentral di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit resmi pindah ke Gedung Bedah Sentral Terpadu. Untuk menjamin keselamatan pasien dari risiko infeksi dan kontaminasi, rumah sakit terus membenahi sarana dan prasarana.
Alat kelengkapan terbarukan berstandar internasional yang dinamakan Modul Operating Theatre (MOT) sudah diterapkan IBS RSUD dr Murjani Sampit. MOT memiliki fungsi penting agar penanganan operasi di rumah sakit berjalan lancar. Penggunaan sistem kontrol panel pada MOT yang mencakup lampu ruangan, pintu hermetic dan sistem tata udara ruangan yang dapat diatur dalam satu kontrol panel sangat diperlukan agar tindakan operasi dapat berjalan efektif dan efesien.
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Sutriso melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany mengatakan ketentuan MOT di Instalasi Bedah Sentral diatur dalam Permenkes RI Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 sehingga harus dipatuhi diseluruh rumah sakit.
Ketentuan standar dalam MOT itu misalnya dinding dan plafond yang harus terisolasi panel PUF, EPS atau stainless steel dan harus menggunakan pintu swing atau sliding, lampu UV untuk mengontrol patogen,meja operasi modern dan masih banyak lagi syarat dan ketentuan lainnya.
“Kami mendatangkan pihak ketiga yang memiliki legalitas dan bersertifikat. Mereka dibayar untuk mensetting dan mengerjakan Intalasi Bedah Sentral mensetting alat MOT yang sudah berstandar internasional,” kata Yulia Nofiany, Senin (5/12).
Kelengkapan sarana dan prasarana itu diharapkan dapat memberikan jaminan keselamatan pasien dalam mengurangi risiko infeksi dan kontaminasi.
Intalasi Bedah Sentral berada dilantai 4 yang dilengkapi dengan tiga kamar operasi (operasi kamer) elektif , kamar operasi mata dan kamar operasi ketlep. Namun, dari kelima kamar ini hanya kamar operasi elektif yang mulai membuka pelayanan.
“Instalasi Bedah Sentral khusus melayani pasien yang akan menjalani operasi secara terjadwal. Pagi ini kami mengadakan syukuran dibukanya layanan operasi elektif. Untuk layanan operasi mata, minggu depan baru mulai layanan. Untuk sementara minggu ini hanya melayani operasi elektif,” ujarnya.
Kepala Instalasi Bedah Sentrai dr Susetyo melalui Kepala Ruang IBS RSUD dr Murjani Sampit Khaidir mengatakan IBS dapat digunakan oleh semua dokter kelompok satuan medik (KSM) yang terdiri dari dokter spesialis bedah, obgyn, mata, THT, dan dokter spesialis bedah onkologi.
“Pelayanan operasi dibuka mulai pukul 07.30-14.00 WIB yang ditangani oleh dokter spealis yang bertugas sesuai dengan penyakit yang dialami pasien,” ujarnya.
Sebelumnya, Sabtu (13/8) lalu, Unit Kamar Operasi Emergency atau Operasi Cito sudah pindah lebih dulu di lantai dua belakang IGD. Kamar operasi cito hanya difokuskan pada penanganan operasi pasien yang diluar rencana alias kasus gawat darurat yang harus segera ditangani. Maka dari itu, pelayanan di Unit Kamar Operasi Cito dibuka selama 24 jam.
Didalam kamar operasi tersedia dua bilik ruang, sehingga apabila ada pasien gawat darurat yang harus segera dilakukan tindakan medis dapat segera dilayani dengan cepat. Letak Kamar Operasi Gawat Darurat juga berdekatan dengan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK).
Kamar Operasi Gawat Darurat dikepalai oleh Rian Rijani sebagai Kepala Ruang Kamar Operasi dan dr Elva Yonatan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) sebagai dokter penanggungjawab di Kamar Operasi dan Ruang Instalasi Bedah Sentral. (hgn)







