SAMPIT, radarsampit.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit berupaya menjawab tantangan yang dihadapi dalam penanganan kasus pasien gagal ginjal.
Tingginya angka kasus pasien dialisis yang menjalani pemeriksaan cuci darah rutin di RSUD dr Murjani Sampit tak sebanding dengan jumlah unit mesin yang tersedia.
Karena itu, Unit Dialisis RSUD dr Murjani Sampit mengusulkan rekomendasi izin operasional penambahan delapan unit mesin dialisis ke Perhimpunan Nefrogi Indonesia (Pernefri) Jawa Timur.
“Hari ini kami kedatangan dr Widodo konsultan ginjal hipertensi selaku Ketua Korwil Pernefri Jatim Regional Kalimantan yang melakukan visitasi dan supervisi terhadap kesiapan layanan di Unit Dialisis,” kata dr Yulia Nofiany, Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Kamis (24/7/2025).
Dokter Widodo merupakan pengampu layanan di Unit Dialisis RSUD dr Murjani Sampit sejak tahun 2017. Pada tahun 2021, ia sudah pernah melakukan visitasi untuk penambahan enam unit mesin dialisis, kemudian dalam perkembangannya, RSUD dr Murjani Sampir sudah mengoperasionalkan 12 unit mesin dialisis.
“Yang sudah beroperasi ada 12 unit, saat ini kami usulkan izin operasional 8 unit mesin HD lagi. Sebelum mendapatkan rekomendasi izin operasional mesin HD dari Pernefri, perlu dilakukan visitasi dan supervisi,” ujarnya.
Visitasi dilaksanakan selama sehari, mulai 09.00-14.30 WIB, kedatangan dr Widodo untuk telusur lapangan meninjau dan memastikan layanan Unit Dialisis di RSUD dr Murjani Sampit sesuai standar operasional prosedur dan memeriksa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sanitasi dan instalasi listrik berjalan sesuai standar mutu layanan.
“Karena, sudah pernah dilakukan visitasi beberapa tahun lalu, sehingga telusur lapangan ini hanya untuk memeriksa dan memastikan apakah semua masih berjalan sesuai standar, jika ada yang kurang sesuai maka perlu di evaluasi dan disempurnakan layanannya,” ujarnya.
Usulan penambahan delapan unit dialisis ini tentunya akan memerlukan tambahan tenaga kesehatan perawat. Saat ini Unit Dialisis memiliki dua dokter yaitu Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang dijabat dr Paliliewu Novita Angela Sp PD dan dr Nelmawati sebagai Dokter Penanggung Jawab Harian serta 11 perawat dan 7 diantaranya telah memiliki sertifikasi.







