Generasi muda sebagai aset berharga harus betul-betul dipersiapan, mulai dari pendidikan, pembentukan karakter, hingga pendalaman akan ilmu agama.
Inilah yang mendorong Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Amin, Kota Palangka Raya mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan memiliki akhlak mulia berlandaskan Al-Qur’an.
YUSHO, Palangka Raya | radarsampit.com
LKSA Darul Amin menjadi salah satu lembaga yang hadir sebagai wadah untuk menuntun generasi muda yang mencintai Al-Qur’an. Mereka ditanamkan berbagai pendidikan supaya memahami, dan mengamalkan kitab suci agama Islam ini dalam kehidupan sehari-hari.
Khususnya di bulan Ramadan ini, anak-anak diberi lebih banyak diberi kegiatan membaca Alquran tiga kali dalam satu hari. Tentunya hal ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa, yang nantinya juga diharapkan kegiatan semacam ini menjadi kebiasaan setelah Ramadan.
”Selama Ramadan ini kegiatan anak-anak kita khususkan, karena bulan Ramadan ini bulannya Alquran. Jadi, lebih banyak membaca Al-Qur’an, pagi 1 juz, kemudian lanjut siang 1 juz, dan malam juga begitu 1 juz,” kata Ketua LKSA Darul Amin, Gafuri Rahman, kemarin.
Berbagai kegiatan pun juga dilaksanakan untuk mengisi Ramadan, mulai dari perlombaan da’i yang bertujuan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk menunjukan kemampuan berdakwahnya.
Ada juga perlombaan Tahfidz Quran, dan termasuk perlombaan tilawah yang semuanya bertujuan sama, yakni untuk meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an.
”Lomba-lomba ini tidak ada di hari biasa, karena hanya kami beri saat bulan Ramadan. Selain lomba ini, ada juga kegiatan menghafal doa-doa dasar, bacaan-bacaan sholatan dan anak-anak ini menghafal Alquran terutama di juz 30,” ucapnya.
Lebih lanjut Gafuri menyampaikan, bahwa kegiatan menghafal Al-Qur’an dan berbagai kegiatan keagamaan di bulan Ramadan ini tidak sebatas kegiatan pelengkap saja. Sebab, pada dasarnya kegiatan tersebut merupakan kewajiban yang melekat sebagai umat Islam.
”Jadi, dengan kegiatan ini akan memulai kebiasaan mereka, sehingga harapannya tidak terhenti di bulan Ramadan ini saja, tapi bagaimana kegiatan ini bisa merak teruskan kapan pun,” ucapnya.
Dia mengharapkan kebiasaan anak-anak ini akan menjadikan mareka sebagai generasi yang memiliki akhlak mulia hingga terciptanya generasi Al-Qur’an. Hal ini penting karena hal tersebut akan menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Tentunya karakter dan akhlak yang berpedoman pada Al-Qur’an ini sangat penting, karena dalam Islam kedua hal tersebut merupakan bagian penting sebagai penuntun sebagaimana saorang Muslim menjalani kehidupan.
”Misalkan ketika dewasa mereka menjadi pengusaha, mereka adalah pengusaha yang berpandu kepada Al-Qur’an, kalau seadaianya mereka menjadi pedagang, pejabat pemerintah ataupun karyawan swasta, mereka juga menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun setiap pekerjaan,” ucapnya.
Dengan melihat tantangan di masa mendatang, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Al-Qur’an ini tidak hanya untuk kebutuhan anak-anak pada saat ini saja, akan tetapi hal tersebut akan menjadi kebutuhan mereka di masa mendatang.
Alasan inilah yang mendorong Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Amin, untuk mengajak anak-anak yang ada di tempat ini mencintai Al-Qur’an yang tidak sebatas sebagai transfer ilmu agama, tetapi juga sebagai landasan moral dan etika yang kokoh.
”Saya percaya kalau anak-anak dan generasi kita ini mencintai Al-Qur’an, mereka akan memiliki fondasi kuat untuk menjadi karakter yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi umat di masa mendatang,” katanya. (***/ign)








