Lonjakan Permintaan BBM saat Puncak Arus Mudik Diprediksi 38,8 Persen

puncak mudik
NAIKKAN STOK: Pengisian BBM pesawat di Bandara Internasional Juanda, Rabu (3/4/2024). Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus meningkatkan stok semua bahan bakar hingga 15 persen dari hari normal selama RAFI 2024. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

SURABAYA, radarsampit.com – PT Pertamina Patra Niaga menjaga keamanan suplai bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas energi lainnya selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI). Upaya itu semakin penting mengingat konsumsi BBM pada momen mudik tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun lalu.

Penanggung Jawab Sementara (Pjs) Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Deny Sukendar menjelaskan, rata-rata kebutuhan BBM di wilayahnya selama periode satgas melonjak. Terutama BBM jenis bensin yang dikonsumsi angkutan penumpang pribadi maupun umum.

Bacaan Lainnya

”Rata-rata konsumsi gasolin pada periode 25 Maret–21 April mencapai 20,3 ribu kiloliter per hari (KLPH). Kalau dibandingkan dengan penyaluran normal, ada kenaikan 11,8 persen,” jelasnya di Surabaya, Rabu (3/4/2024).

Menurut analisis yang dilakukan, arus mudik mulai signifikan Jumat (5/4/2024) dengan kenaikan 12 persen. Puncak tertinggi bakal terjadi pada Sabtu (6/4/2024) dengan lonjakan hingga 38,8 persen. Puncak kedua terjadi H-1 Lebaran yang diproyeksikan lebih tinggi 25 persen daripada penyaluran normal. ”Arus balik bakal memuncak pada 13 April dengan lonjakan BBM mencapai 33,8 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Aparat Bakal Sikat Pelangsir BBM di SPBU

Untuk BBM diesel atau gas oil lain, penggunaannya diperkirakan turun 14,8 persen dari penyaluran normal sebanyak 8 ribu KLPH. ”Ini merupakan fenomena setiap tahun mengingat ada pembatasan angkutan barang selama arus mudik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Deny, pihaknya mencatat kenaikan kebutuhan avtur alias BBM khusus pesawat hanya mencapai 2.944 KLPH. Atau naik 2 persen jika dibandingkan dengan penyaluran hari normal. Namun, angka tersebut meningkat 20 persen bila dibandingkan dengan realisasi RAFI tahun lalu sebanyak 2.451 KLPH. (bil/c14/dio)

 



Pos terkait