SAMPIT, radarsampit.com – Kembali dibukanya rute penerbangan Sampit-Surabaya kembali menghidupkan aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Rute yang baru dibuka maskapai penerbangan NAM Air itu mulai beroperasi kemarin (13/9), sesuai jadwal yang ditargetkan.
NAM Air sebelumnya hanya melayani rute Sampit-Jakarta. Untuk rute baru, menggunakan pesawat type Boeing 737 500.
Penerbangan rute Sampit-Surabaya secara perdana disambut dengan acara seremoni yang dihadiri Bupati Kotim Halikinnor, Wakil Bupati Kotim Irawati, dan sejumlah pejabat di Kotim.
Pesawat berkapasitas 120 seat itu mendarat mulus di Bandara Haji Asan Sampit sekitar pukul 07.15 WIB. Membawa 119 penumpang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta.
Setelah memastikan semua penumpang turun dengan selamat memasuki pintu kedatangan, Capt Baringin Pariama sebagai Pilot dan Deddy Rizaldy selaku Co Pilot serta empat pramugrari disambut dengan tarian daerah.
Cuaca cerah matahari pagi yang menghangatkan kulit menjadi pertanda baik atas kelancaran penerbangan rute Sampit-Surabaya secara perdana.
Pilot beserta kru diberikan salendang manik bercorak khas Dayak oleh Bupati Kotim Halikinnor yang dibalas dengan senyuman.
Halikinnor juga melakukan pemecahan kendi berisi air kembang rampai sebagai simbol dioperasikannya layanan penerbangan rute baru.
”Alhamdulillah, di hari yang cerah ini, kita dapat bersama-sama menghadiri acara seremoni beroperasinya layanan penerbangan rute baru Sampit-Surabaya yang merupakan hasil dari kerjasama BUMD dengan NAM Air pada awal September lalu,” kata Halikinnor, dalam sambutannya yang juga disaksikan calon penumpang yang menunggu keberangkatan.
Dibukanya tambahan layanan penerbangan rute Sampit-Surabaya ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kotim memenuhi layanan rute penerbangan Sampit-Surabaya yang sebelumnya sempat dioperasikan Wings Air, namun berhenti beroperasi sejak awal Juli lalu.
“Penyediaan tambahan rute baru Sampit-Surabaya ini merupakan hasil PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara BUMD dengan NAM Air yang akan dilaksanakan selama empat bulan, sambil menunggu layanan reguler,” kata Halikinnor.
Halikinnor menuturkan, sebelumnya penerbangan Sampit-Surabaya dengan pesawat Wings Air type ATR harganya mencapai Rp2,6 juta. Adapun pada layanan yang baru dibuka, harga tiketnya jauh lebih murah. Halikinnor ikut senang masyarakat membeli tiket dengan harga terjangkau di kisaran Rp1,1 – 1,2 juta.
”Saya minta kepada pihak NAM Air agar tidak menjual tiket pesawat diatas Rp1,5 juta. Saya dengar informasi, harga tiketnya di kisaran Rp1,1-1,2 juta saja. Mudahan harga ini bisa terus dipertahankan. Tidak hanya saat penerbangan perdana saja, tetapi juga di penerbangan berikutnya,” katanya.
Halikinnor berharap dengan adanya kerja sama BUMD dengan NAM Air, tidak ada lagi kendala dan hambatan. Masyarakat tidak perlu harus terbang lewat bandara di Palangka Raya atau Pangkalan Bun.
Harganya juga bisa ditekan di kisaran Rp1,2 juta dan maksimal Rp1,5 juta, dengan waktu tempuh lebih cepat 55 menit lebih cepat dibandingkan pesawat type ATR yang memerlukan waktu 1,5 jam.
”Dari segi waktu, biaya, kapasitas angkut penumpang, jauh lebih efisien. Ini kami harapkan dapat membantu masyarakat menghemat biaya. Walaupun pada periode ini layanan dibuka seminggu dua kali, Senin dan Jumat. Ke depannya, apabila animonya meningkat, jadwal penerbangan akan ditambah menjadi empat kali dalam seminggu,” katanya.
Halikinnor juga berharap rencana perpanjangan runway dapat segera terealisasi tahun depan. Dengan begitu, pesawat Airbus 320 bisa mendarat di Bandara Haji Asan Sampit.








