PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Warga di Jalan Bukit Raya V mendadak gempar dan heboh. Pasalnya, oknum mahasiswi inisial (DKS) yang berkuliah di Universitas Palangka Raya berusia 23 tahun, ketahuan melahirkan bayi di toilet, di sebuah kos jalan Bukit Raya, Sabtu (10/9).
Naasnya, bayi berkelamin laki-laki itu tak dapat tertolong nyawanya. Dan kehamilan wanita muda itu diduga hasil hubungan gelap di luar pernikahan yang sah.Kasus ini pun ditangani aparat kepolisian.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa melalui Kanit III SPKT Polresta Palangka Raya Ipda Tri Marsono mengatakan, hal itu terungkap setelah timnya melaksanakan piket dan mendapat laporan informasi adanya penemuan mayat bayi di jalan Bukit Raya V. Lalu, tim mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan benar ditemukan bayi laki laki di atas meja di ruang tamu dengan kondisi terbalut kain, sudah meninggal dunia.
Menurut keterangan lanjutnya, bayi laki laki tersebut dilahirkan oleh DKS, Sabtu(10/9) sekitar pukul 01.00 -02.00 WIB di closet tempat tinggal DKS. Saat itu waktu lahir, menurut pengakuan DKS bayi tersebut masuk ke dalam kloset dan terendam air.
Lantaran merasa panik, DKS sempat membiarkan bayi tersebut di dalam closet. Tak lama kemudian, DKS mengambil bayinya dan dibuang di belakang rumah tempat tinggalnya. Setelah membuang bayi itu, ia kembali masuk kamar dan tidur.
Lalu lanjut Tri Marsono, sekitar pukul 05.30 WIB, seorang saksi berinisial JA datang dan melihat ada ceceran darah dari kamar mandi menuju belakang rumah. Merasa penasaran, ia menelusuri dan menemukan ada bayi laki laki yang berada di pinggir selokan belakang rumah, sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kemudian saksi pertama tadi memanggil saksi lainnya, dan meminta penjelasan dari DKS, yang mengakuinya bahwa bayi tersebut bayi yang ia lahirkan. Diakui saat dilahirkan masih hidup dan tak lama meninggal dunia karena diduga masuk kloset WC.
“Saat kami datang bayi dalam keadaan meninggal dunia. Bayi itu ditemukan di dekat saluran pembuangan air kamar mandi. Saat ini telah kami evakuasi ke Ruang Kamboja RSUD Doris Sylvanus guna dilakukan visum et repertum,” ujar Tri kepada Radar Sampit melalui telepon.
Pama Polri ini menambahkan, diakui DKS saat hamil ia sedang diet dan merasa tidak dalam keadaan mengandung. Namun dini hari itu ia masuk ke toilet karena perut terasa mules, dan ternyata keluar bayi berjenis kelamin laki-laki .
Dibeberkannya lagi, bayi malang ini tersebut berdasarkan pengakuan dari DKS, merupakan hasil hubungan percintaan tanpa ikatan perkawinan, dengan kekasihnya inisial (KY), yakni mahasiswa yang tinggal di asrama sebuah provinsi, juga berstatus kuliah di Fakultas Pertanian prodi agroteknologi, UNPAR.
Selain itu ungkap Tri, keduanya memang tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan yang tidak jauh dari lokasi ditemukan jasad bayi tersebut.
“Selanjutnya DKS dan saksi-saksi dibawa ke Polresta Palangkaraya untuk dimintai keterangan lebih lanjut, dan mayat bayi dibawa ke RSUD dr. Doris Sylvanus untuk dilakukan visum,” tandas Tri.
Sedangkan jenazah bayi dimakamkan oleh kepolisian bersama relawan ERP di pemakaman umum Kristen Pal 12. Beberapa barang bukti dalam kasus itu sudah diamankan, termasuk DKS. Sedangkan KY masih dimintai keterangan, serta saksi-saksi lainnya.(daq/gus)









Komentar ditutup.