SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian Kotim akan membangun pabrik pakan ternak di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, tahun ini. Pembangunan pabrik ini sebagai salah satu upaya Kotim menjadi daerah penyangga food estate.
“Jumat 13 Januari 2023 lalu, saya bersama Camat Mentaya Hilir Selatan dan Kepala Bidang Tanaman Pangan Provinsi Kalteng meninjau lokasi dan menetapkan lokasi pakan ternak yang akan dibangun di Desa Handil Sohor,” kata Kepala Dinas Pertanian Kotim Sepnita, Selasa (17/1).
Pemkab Kotim akan menyediakan lahan seluas satu hektare untuk bangunan pabrik pakan ternak ikan, unggas, dan ruminansia yang meliputi hewan berkaki empat seperti sapi dan kambing.
“Rencana akan dibangun tahun ini menggunakan APBD Provinsi. Untuk nilai anggaran, kapasitas produksi pakan per hari dan sistem pengelolaannya masih belum dibahas lebih lanjut,” katanya.
Pemkab Kotim juga akan membangun pabrik penggilingan padi modern menggunakan teknologi rice milling plant. Penggilingan ini untuk mendukung program strategis nasional dalam pengembangan pangan skala luas yang mengintegrasikan pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.
Lokasi pabrik penggilingan padi modern telah ditetapkan di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim. Desa Lempuyang disebut-sebut sebagai lumbung pangan dengan penghasil beras terbanyak di Kotim.
Untuk diketahui, Program food estate sudah lebih dulu dijalankan tahun 2020-2024 di bawah kendali pengawasan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang lokasinya di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas seluas kurang lebih 165.000 hektare. Program food estate sampai sekarang terus berjalan meskipun ada beberapa kendala.
Pemerintah Kabupaten Kotim juga siap menjadi daerah penyangga pangan. Upaya itu dilakukan dengan meningkatkan kualitas produksi petani, khususnya pada komoditas padi. Pembangunan rice milling plant nantinya dapat membantu proses pengolahan gabah menjadi beras dengan mudah sehingga dapat cepat menghasilkan beras berkualitas.
Sebagai informasi, RMP berupa mesin tunggal dengan banyak fungsi yang dilengkapi mesin pemecah kulit gabah atau sekam, mesin pemisah beras pecah kulit dan gabah, bloer dan cyclone, bucket elevator, tenaga penggerak, mesin kebi, separator dan dryer.
“Pabrik penggilingan padi modern menggunakan teknologi rice milling plant dapat membantu menghasilkan beras di kisaran 0,2 sampai 5 ton per jam dengan kualitas mutu terbaik yang nanti akan menghasilkan beras medium dan beras premium, tergantung dari cara penanganan pertama, sistem konfigurasi mesin penggilingan padi, dan pengaruh kondisi fisik serta kualitas suatu alat dan keterampilan operator. Semakin baik mesin berfungsi maka beras yang dihasilkan semakin berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sepnita mengatakan Pemkab Kotim telah menyiapkan lahan seluas enam hektare untuk pabrik penggilingan padi modern yang diperkirakan menelan anggaran Rp 15,3 miliar. “Pembangunan direncanakan tahun ini, untuk penetapan bulannya belum tahu. Pembangunan pabrik pakan ternak dan rice milling plant menggunakan dana APBD Provinsi Kalteng,” kata Sepnita.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kotim mulai tahun 2021 telah menerima bantuan bibit padi untuk ditanam di lahan seluas 1.800 hektare, di tahun 2022 sebanyak 2.505 hektare bibit padi dan 2.800 hektare bibit padi di tahun 2023.
“Bantuan bibit padi diberikan dari pemerintah pusat menggunakan dana APBN untuk mendukung ketersediaan pangan. Selain di Pulang Pisau dan Kapuas, Kotim ditunjuk sebagai penyangga food estate untuk membantu menghasilkan produksi pangan. Lokasi food estate yang ditetapkan di Desa Lempuyang tidak hanya ditanami padi, tetapi juga dapat ditanami jenis tanaman lain termasuk ternak,” tandasnya. (hgn/yit)








