PALANGKA RAYA- Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, Kepala Kejaksaan Tinggi Iman Wijaya beserta sejumlah instansi terkait kunjungan ke pasar tradisional, Pasar Kahayan dan Pasar Besar, Rabu (30/3).
Kegiatan itu memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pokok dan minyak goreng aman, untuk bulan Ramadan dan Idulfitri 1443 Hijriah.
Pemantauan dilakukan di Pasar Kahayan kemudian dilanjutkan di Pasar Besar dan terakhir di Gudang Bulog yang berada di Jalan Tjilik Riwut kilometer 8 Kota Palangka Raya. Satgas pangan juga turun mendampingi pemantauan ini.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto menyatakan, melihat di lapangan dan berdasarkan penuturan pedagang, diketahui bahwa stok kebutuhan dijamin aman. Meskipun tidak bisa dipungkiri ada kenaikan harga, tetapi tidak signifikan dan relatif stabil.
”Dipastikan aman dan terjamin. Barang bahan pokok ada dan tidak langka. Saya tegaskan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Kalteng masih dalam kategori aman terkait harga juga relatif stabil,” ujarnya, usai melaksanakan peninjauan dan melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional di Palangka Raya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Nanang menegaskan, pemantauan ini juga dilakukan di seluruh Kalteng. Berdasarkan pemantauan juga di Pasar Kahayan dan Pasar Besar terkait harga sembako masih stabil dan semua bahan tersedia, baik jelang Ramadan, maupun nanti saat bulan puasa dijalankan.
“Secara global semua aman walau ada kenaikan harga, tetapi masih dalam jangkauan masyarakat. Yang pasti semua aman, masih terdistribusi dengan baik tanpa kendala,” ujarnya.
Kegiatan ini lanjutnya, akan dilakukan secara rutin berkelanjutan, baik memantau ketersediaan barang maupun harga, sehingga diharapkan tidak ada lonjakan tinggi terhadap harga sembako di wilayah Kalteng.
”Semoga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Saya yakin semua tersedia hingga hari lebaran nanti,” tegas Nanang.
Menurutnya, terkait stok dan harga Minyak Goreng dipasaran saat ini juga masih stabil. Dengan penetapan harga eceran berkisar Rp14.500 sampai Rp29.000 per liter.
“Saya berharap masyarakat tidak perlu khawatir, mengenai masalah ketersediaan kebutuhan bahan pokok. Karena, pihaknya akan terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi stok pangan tidak langka dan harga tidak melambung tinggi,” papar Nanang,
Ia juga menegaskan, pihaknya akan menindak tegas para pengusaha maupun masyarakat yang berani melakukan penimbunan minyak goreng. Sehingga menyebabkan kelangkaan.
“Semua ini sudah menjadi komitmen kami untuk mengamankan pendistribusian bahan pangan agar lebih baik. Apabila ada indikasi penimbunan demi keuntungan dan merugikan masyarakat. Maka kami akan tindak tegas ini sesuai perintah presiden, harus menjaga ketersediaan,” pungkas Nanang.
Salah satu pedagang, Yanti mengakui bahwa untuk stok bahan pangan memang masih tersedia, tetapi memang ada kenaikan harga, meskipun tidak signifikan.”Iya, untuk minyak goreng dan lainnya semua Insya Allah aman. Tetapi harga naik,” tandasnya. (daq/gus)








