SAMPIT – Pergerakan arus mudik Lebaran di Terminal Patih Rumbih semakin padat penumpang yang hilir mudik menuju rute lintas kabuputen/kota dan lintas provinsi. Bahkan, tiket sejak H-12 sampai H+2 arus balik Lebaran sudah ludes terjual.
Penyedia jasa angkutan penumpang bus dari Perusahaan Otobus (PO) Logos terpantau penuh penumpang untuk rute Sampit – Palangka Raya dan Sampit- Banjarmasin sejak 20 April 2022 atau H-12 Lebaran sampai H+2 arus balik Lebaran atau 3 Mei 2022.
”Penumpang sudah penuh sejak 20 April sampai 3 Mei. Selama hari H Lebaran, kami tetap beroperasi, tapi untuk loket akan dibuka mulai siang,” kata Rio Ferry Advendo Owner PO Logos Wilayah Sampit dan Palangka Raya melalui Titin Septiana Admin Tiketing PO Logos Cabang Sampit, Kamis (28/4).
Titin mengatakan, dibandingkan dua tahun lalu, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan bus jauh meningkat, sehingga pihaknya mengoperasikan penambahan armada agar semua penumpang dapat terlayani.
”Setiap hari biasanya ada tiga armada yang beroperasi di hari normal. Selama menjelang Lebaran, ada penambahan enam armada bus dan rencananya per 1 Mei 2022 ada tambahan dua armada lagi,” katanya.
Untuk sementara, keenam armada ini melayani tiga rute perjalanan lintas kabupaten dan lintas provinsi dari Sampit – Palangka Raya, Sampit – Pangkalan Bun dan Sampit – Banjarmasin.
Untuk bus kelas eksekutif berkapasitas 34 seat dan kelas Air Conditioner (AC) Bisnis berkapasitas 43 kursi. Kedua kelas ini, dikenakan tarif tiket sebesar Rp 90 ribu per orang. Sedangkan untuk kelas bus super eksekutif berkapasitas 28 kursi dikenakan tarif sebesar Rp 100 ribu – Rp 125 ribu per orang.
Adapun jadwal keberangkatan tersedia pada jam 21.00 WIB dan 00.00 WIB. Dan, khusus bus kelas super eksektutif hanya melayani rute Sampit – Palangka Raya. “Mulai Jumat, 22 April 2022 minggu lalu kami melakukan penyesuaian tarif tiket penumpang. Ada kenaikan sebesar Rp 10 ribu untuk masing-masing kelas dan rute,” katanya.
Peningkatan jumlah penumpang juga dialami penyedia jasa transportasi darat dari PO Damri yang melayani perjalanan rute lintas kabupaten dan lintas provinsi yakni rute Sampit – Palangka Raya, Sampit Pangkalan Bun, Sampit – Lamandau, dan Sampit – Pontianak (lintas provinsi). Masing-masing armada berkapasitas 30 kursi.
”Dalam sehari, rute Sampit-Palangka Raya, Lamandau, Pangkalan bun biasanya mengangkut 10-15 penumpang. Namun, dari H-7 sampai H-1 penumpang yang berangkat penuh terus,” kata Daryanto, General Manager Damri Wilayah Kalteng melalui Budi Santoso Pengawas Bus Damri Sampit.
Selain peningkatan penumpang, angkutan kargo juga mengalami peningkatan. “Paket barang kargo juga ramai, ada yang kirim spare part, berkas dokumen, kue kering, pakaian dan lain-lain.Tetapi, kami tetap prioritaskan barang penumpang, karena barang penumpang saja itu terkadang banyak yang dibawa,” kata Budi.
Untuk tarif Damri, perjalanan rute Sampit – Palangka Raya dikenakan tarif Rp 110 ribu per orang, rute Sampit – Palangkalan Bun sebesar Rp 110 ribu, Sampit – Lamandau Rp 120 ribu, Sampit – Simpang Runtu Rp 100 ribu, dan Sampit- Pontianak sebesar Rp 570 ribu per orang.
Kenaikan tersebut dilakukan selain dikarenakan meningkatnya jumlah penumpang pada arus mudik dan arus balik Lebaran, juga dipertimbangkan karena naikanya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), spare part dan lain-lain.
“Kenaikan tarif kami berlakukan sudah sejak 15 April sampai dengan seterusnya. Jadi, tidak hanya menghadapi arus mudik saja, tetapi karena faktor kebutuhan BBM dan juga pertimbangan lain sehingga tarif perlu dilakukan penyesuaian,” katanya.








