PANGKALAN BUN – Perilaku tidak terpuji ditunjukan oleh sejumlah warga yang berkunjung ke kawasan wisata pesisir terpadu Pantai Kubu, Pantai Bogam dan Keraya, di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat selama libur Lebaran 1443 Hijriah.
Sampah berbagai jenis bekas minuman dan makanan, dibuang sembarangan dan berserakan di beberapa spot wisata, kondisi tersebut membuat kawasan pantai menjadi kotor.
Bukan lantaran tidak ada tong sampah, namun masyarakat lebih memilih membuang sembarang tempat sampah dari pada harus bersusah payah membuang ke tempat yang disediakan.
Kendati demikian, petugas kebersihan baik dari Dinas Lingkungan Hidup Kobar, maupun petugas pengelola pantai, pedagang serta para juru parkir bergotong royong membersihkan sampah ketika pengunjung sudah sepi.
Bahkan mereka harus lembur hingga tengah malam membersihkan sampah, sehingga pagi harinya kawasan pantai sudah steril dan bersih dan masyarakat dapat menikmati liburan.
Salah seorang warga setempat, yang juga mengelola parkir di Gerbang Buaya, Pantai Kubu, Reza mengungkapkan, pihaknya telah menyedian sejumlah tong sampah dibeberapa titik, namun selain ketidakpedulian masyarakat, jumlah pengunjung yang membludak menjadi salah satu faktornya.
“Kami berupaya memberikan pelayanan yang baik, ketika sepi kami bergotong royong, baik itu dari pedagang maupun dari DLH Kobar,” ujarnya, Jumat (6/5).
Kabid PSLB3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Barat Muhammad Suhendra mengatakan, pada H+2 lebaran sampah yang terangkut dari kawasan wisata Bugam Raya mencapai 3,5 ton.
“Untuk di Kawasan Pesisir Bugam Raya dihari biasa secara rutin kita lakukan pengangkutan satu kali dalam satu minggu, yaitu setiap hari Kamis, dan sampah yang ditimbulkan tidak terlalu banyak pada setiap pengambilannya yaitu hanya sekitar kurang lebih 50 kg saja, namun puncaknya yaitu pada hari ke dua lebaran Idul Fitri sampah yang ditimbulkan hampir 1 dump truk penuh kurang lebih 3,5 ton,” paparnya.
Menurut Suhendra, DLH Kobar sudah meminta kepada personel kebersihan yang ada di Kumai, karena Kawasan Bugam Raya masuk wilayah kerja personel kebersihan di Kumai, untuk tetao bekerja ekstra menangani timbunan sampah di Kawasan Wisata Pesisir Bugam Raya ini setidaknya sampai cuti lebaran idul fitri berakhir yaitu pada hari Minggu 8 Mei 2022.
Sementara untuk pengangkutannya, dilakukan oleh personel kebersihan DLH di Kumai dan diangkut serta dibuang ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah Translik Desa Pasir Panjang.
Suhendra juga menegaskan, peningkatan volume sampah bukan hanya terjadi di kawasan pesisir Bugam Raya, tetapi juga sampah rumah tangga di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Menurutnya, selain personel di lapangan yang bekerja ekstra keras hingga lembur, di tempat pemprosesan akhir juga terpaksa alat berat berupa eksavator dan whiloader juga dilemburkan hingga dinihari.
“Diperkirakan sampah yang masuk ke TPS Translik Desa Pasir Panjang pada hari pertama dan kedua lebaran Idul Fitri hampir mencapai 75 sampai 80 ton per hari. Jadi ada peningkatan sekitar 15 sampai 20 ton perhari selama dua hari puncak lebaran tersebut, dibandingkan dengan hari biasa yang hanya sekitar 60 ton perhari,” ungkap Pungkas Muhammad Suhendra. (tyo/gus)








