SAMPIT, radarsampit.com – Berdasarkan rapat tim percepatan penyerapan anggaran (TEPRA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 12 April 2023, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tercatat sebagai kabupaten dengan realisasi penyerapan anggaran tertinggi untuk triwulan I tahun 2023.
Bupati Kotim Halikinnor meminta laporan hasil pelaksanaan kegiatan pembangunan pada triwulan I menjadi bahan evaluasi kinerja terhadap masing-masing kepala perangkat daerah untuk perbaikan pada pelaksanaan kegiatan triwulan II, khususnya untuk penyerapan belanja modal. Belanja modal sebagai pendorong laju pertumbuhan ekonomi dan hasil pembangunannya paling cepat dirasakan oleh masyarakat.
Rakordalev digelar sebagai amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi dengan tujuan meningkatkan koordinasi dan evaluasi guna perbaikan penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tahap selanjutnya.
Halikinnor menyampaikan target belanja yang harus dicapai pada triwulan I adalah realisasi keuangan sebesar 20 persen dan realisasi fisik di atas 20 persen. Oleh karena itu, rapat koordinasi yang telah dilaksanakan tersebut merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mengetahui sejauh mana progres pelaksanaan kegiatan pembangunan pada triwulan I tahun 2023.
“Kegiatan ini pening digelar untuk mengetahui apakah telah memenuhi target atau tidak, mengidentifikasi permasalahan yang menjadi hambatan dan menyusun rencana aksi untuk melakukan percepatan pencapaiannya,” kata Halikinnor pada rapat koordinasi pengendalian dan evaluasi (rakordalev) pembangunan daerah Triwulan I di aula Sei Mentaya Bappelitbangda Kotim, Senin (17/4).
Berdasarkan data realisasi per 31 Maret 2023 dari total belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 2.091.135.900.669 tercatat capaian realisasi keuangan sebesar Rp 324.828.965.267 atau sebesar 15,55 persen, sedangkan realisasi fisik sebesar 17,40 persen.
“Artinya capaian realisasi ini masih di bawah target yang telah ditetapkan sebesar 20 persen. Namun masih bersyukur hasil rapat TEPRA Kotim tercatat sebagai kabupaten dengan realisasi penyerapan tertinggi se-Kalteng untuk triwulan I tahun 2023,” ungkapnya.
Terkait dengan pelaksanaan rapat koordinasi ini ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bagi semua perangkat daerah, yaitu kepala perangkat daerah agar tetap disiplin dalam menyusun laporan bulanan dan triwulan terhadap dana yang bersumber dari APBN dan APBD serta menyampaikan kepada Bupati.
“Segera merealisasikan kegiatan sesuai tahapan yang telah ditetapkan mengingat target realisasi penyerapan anggaran triwulan II sebesar 50 persen,” sebutnya.
Bagi perangkat daerah pemungut untuk lebih giat dan inovatif dalam mengejar target penerimaan daerah sebagai langkah penyeimbang arus kas daerah. Kemudian, dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan agar tetap mematuhi arahan pemerintah pusat untuk menyukseskan gerakan nasional bangga bantuan Indonesia pada pelaksanaan pengadaan barang atau jasa pemerintah dengan mengutamakan menggunakan produk dalam negeri.
Berdasarkan hasil evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terhadap kinerja Pemkab Kotim bahwa pada 2022 nilai akuntabilitas kinerja pemerintahan atau AKIP masih mendapatkan nilai 66,10 dengan predikat B sedangkan nilai indeks reformasi birokrasi sebesar 46,29 dengan predikat C.
“Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh kepala perangkat daerah dan camat agar segera menindaklanjuti semua rekomendasi yang disampaikan oleh Kementerian PAN RB. kita menargetkan tahun 2023 ini nilai akuntabilitas kinerja pemerintah aktif dan indeks reformasi birokrasi dengan predikat B atau A,” sebutnya.








