Satu Pangkalan Elpiji 3Kg Dicabut Izin

Tim Telusuri Asal Elpiji Bersubsidi di Pengecer

Sekretaris Dinas Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Kota Palangka Raya Hardiansyah Ado, saat melakukan pemeriksaan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram
Sekretaris Dinas Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Kota Palangka Raya Hardiansyah Ado, saat melakukan pemeriksaan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan.(dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com– Kesekian kalinya , tim gabungan dari Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Palangkaraya, Satpol PP setempat,  unsur TNI, kejaksaan negeri dan SBM Pertamina Satu menggelar inspeksi mendadak (sidak) harga gas elpiji di pangkalan dan pengecer. Kali ini sasarannya di wilayah Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, dengan melibatkan aparat kelurahan setempat, Selasa (9/5).

Kepala Disperindagkop UKM Kota Palangka Raya Samsul Rizal mengungkapkan, sidak  dilakukan beberapa titik Kecamatan Pahandut, yaitu Jalan Cempaka, Jalan Jati dan Jalan Kalimantan. Dalam sidak  masih ditemukan pengecer menjual elpiji bersubsidi dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET),  sekitar Rp34-37 ribu per tabung.

Bacaan Lainnya

Selain itu,  beberapa tabung gas terpaksa diamankan petugas Satpol PP dari pengecer guna ditindaklanjuti, dari pangkalan mana tabung tersebut berasal. Jika terdapat bukti,  maka izin pangkalan akan dicabut dan dikenakan sanksi administratif.

“Kita masih menemukan harga jual mahal kisaran harga Rp32-37 ribu di wilayah Kecamatan Pahandut. Kalau di Kecamatan Jekan raya belum lama ini kita temukan 40 ribu per tabung. Maka itu kami akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan, khususnya di Pangkalan,” ujar Samsul Rizal.

Ia menegaskan, selain pangkalan yang melanggar aturan HET, pengecer juga bisa ditindak  karena menjual barang bersubsidi. Namun menurutnya hal itu belum diberikan sanksi, dan  masih berupa edukasi kepada pedagang.

”Makanya kami inginkan warga membeli ke pangkalan dan bukan ke pengecer. Dan, pangkalan juga tidak lagi membagikan ke pengecer,” tutur mantan sekretaris Dinas Kesehatan Palangkaraya ini.

Kabid Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Penegakan Produk Hukum Daerah di Satpol PP Kota Palangka Raya Joko Wibowo juga mengatakan, sudah belasan tabung dibawa dari pengecer lantaran ditemukan menjual jauh dari HET. Pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut dari mana pengecer  bisa memperoleh dan mendapatkan gas elpiji bersubsidi tersebut.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon 1 Pertamina kalselteng M Abdillah Rorke Ilyasa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kota Palangka Raya yang ikut membantu pihaknya dalam pengawasan distribusi elpiji.

“Kami juga sampaikan, dari hasil beberapa sidak kemarin ada satu pangkalan di Kota Palangka Raya yang kita Putus Hubungan Usaha (OHU. Maka itu kami  berharap kepada semua pangkalan di Kota Palangka Raya yang berjumlah kurang lebih 390 pangkalan,  agar mendistribusikan gas elpiji bersubsidi sesuai prosedur,”pungkasnya.

Sementara itu, dalam sidak di Kecamatan Pahandut, tim juga mendapati pangkalan menjual sesuai dengan harga Eceran Tertinggi (HET) yakni harga Rp 22ribu per tabung untuk gas elpiji tiga kilogram.(daq/gus)

 

 

Pos terkait