SAMPIT – Festival Balap Perahu Ces dalam rangkaian memeriahkan HUT ke-69 Kabupaten Kotawaringin Timur terus dimatangkan. Hasil rapat koordinasi yang difasilitasi Pemkab Kotim, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, panitia penyelenggaraan serta pihak terkait bersepakat untuk segera melakukan survei ke lokasi kegiatan di Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau.
”Kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama dengan sejumlah pihak terkait, ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat tersebut, termasuk dengan rencana dalam waktu dekat ini melakukan survei ke lokasi kegiatan,” kata panitia penyelenggara Festival Balap Perahu Ces Tono Triyanto.
Festival Balap Perahu Ces 2022 menjadi agenda off event Pemkab Kotim dan diajukan ke tingkat Provinsi Kalteng serta nasional. Untuk memastikan kesiapan kegiatan, Radar Sampit sebagai penyelenggara mempresentasikan kepada Pemkab Kotim dan juga pihak terkait lainnya, Kamis (27/1).
Rapat dipimpin Wakil Bupati Kotim yang diwakili Kabag Ekonomi Setda Kotim Bahalap, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim Suparman, perwakilan KSOP Sampit, Polres Kotim, Kodim 1015 Sampit, Dirpolairud Polda Kalteng, Dinas Kesehatan, Satpol PP Kotim, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kominfo, Camat Seranau, serta Kepala Desa Terantang Hilir dan Terantang.
Dalam rapat tersebut Kabag Ekonomi Setda Kotim Bahalap meminta seluruh pihak memberikan masukan terkait pelaksanaan event ini. Nantinya hasil rapat ini akan dibuatkan rekomendasi dan disampaikan kepada Bupati Kotim.
”Semua masukan yang disampaikan tadi jadi catatan buat panitia. Sebagai hasil akhir dan kesimpulan dari rapat ini kita agendakan untuk cek ke lokasi bersama-sama. Semua pihak yang hadir disini nantinya bisa ikut melihat secara langsung seperti apa lokasi yang akan digunakan,” ucap Bahalap.
Camat Seranau Dedi Purwanto menuturkan, pengecekan atau survei di lokasi sangat perlu dilakukan untuk melihat kondisi real di lapangan guna memastikan kegiatan berjalan aman tidak hanya untuk peserta tapi juga penonton.
”Warga di sini sudah berharap kegiatan ini bisa digelar. Bahkan, sebagai bentuk kesiapan dan bagian dari prokes sejak akhir tahun 2021 kita maksimalkan vaksinasi bagi warga setempat. Alhamdulillah sampai saat ini capaian sudah 86 persen,” ucap Dedi.
Dedi menyampaikan, setiap peserta yang mengikuti event tersebut sudah diasuransikan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Festival Balap Perahu Ces rencananya digelar pada 19-20 Februari mendatang. Penyelenggaraan event yang masih dihantui dengan virus Covid-19 membuat dirinya menginginkan agar setiap peserta maupun panitia wajib vaksin, juga menerapkan protokol kesehatan lain, yakni menggunakan masker.
”Karena vaksin dan masker yang mampu menahan lajunya peredaran Covid-19,” imbuhnya.
Event kali ini juga melibatkan pelaku UMKM, sehingga cek ke lokasi acara juga dimaksudkan untuk menentukan titik-titik lokasi atau tempat bagi para pelaku UMKM. Pelaksanaan event balap perahu ces kali ini menjadi perhatian bersama, karena masuk dalam kalender event provinsi dan nasional. Oleh karena itu persiapan matang sangat perlu untuk dilakukan.
Melihat banyaknya partisipan yakni sekitar 150 peserta dari pihak KSOP Kelas III Sampit sendiri membutuhkan survei lokasi bagaimana penempatan kapal-kapal dari para peserta. Agar tidak terjadi hal apapun pada pelaksanaan lomba nantinya.
Pihaknya juga siap untuk menutup sementara jalur lalu lintas air selama kegiatan berlangsung. Serta mengatur sedemikian rupa agar tdk mengganggu distribusi perairan dari dan ke Sampit. Di samping itu pihak juga ingin agar manifestasi untuk kapal bagi tamu undangan bisa dikoordinasikan dengan pihaknya. Agar bisa dihitung estimasi yang bisa naik ke kapal tersebut khususnya untuk tamu VIP. (yn/ign)








