Sejumlah Pengusaha Bakal Diperiksa terkait Perkara Penyiraman Sales Mobil di Sampit

kasus siram air
DIPERIKSA: Suasana ruang penyidik Satuan Reskrim Polres Kotim saat menangani dugaan perkara penghinaan dan ancaman terhadap seorang sales mobil, Selasa (20/12) lalu. (FAHRY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Kotim telah memanggil korban pelabrakan dan penyiraman air, R. Dalam perkara tersebut, polisi rencananya bakal memeriksa sejumlah pengusaha yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa terjadi.

”Pelapor (korban, Red) sudah kami panggil Selasa (20/12) siang. Pelapor juga sudah klarifikasi terkait laporannya,” kata Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Lajun Siado Rio Sianturi, kemarin.

Bacaan Lainnya

Selain R, lanjut Lajun, pihaknya berencana memanggil sejumlah saksi lainnya, termasuk sejumlah pria yang makan satu meja dengan korban yang berprofesi sebagai sales mobil tersebut. Para pria ini merupakan sejumlah pengusaha di Kota Sampit.

”Saksi-saksi yang ada di rekaman CCTV itu juga akan kami panggil. Mereka kami minta untuk menjelaskan dan mengklarifikasi peristiwa tersebut,” katanya.

Perkara itu bermula saat R datang ke rumah makan di Jalan MT Haryono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Rabu (14/12) siang lalu. Wanita berusia 23 tahun itu mengaku datang seorang diri untuk menemui calon konsumennya yang saat itu lebih dulu tiba di lokasi.

Baca Juga :  Tunggakan Insentif Tenaga Kesehatan Segera Cair

R kemudian diminta duduk dan makan bersama. Tak lama, datang dua wanita yang secara tiba-tiba menyerang sales mobil tersebut. Korban lalu melaporkan kejadian itu ke Mapolres Kotim untuk diproses lebih lanjut.

”Setelah klarifikasi selesai, nanti penyidik akan menentukan apakah ada unsur pidana atau tidak. Itu nanti akan kami sampaikan. Saksi lainnya sudah kami kirim surat pemanggilan juga,” kata Lajun.

Sebelumnya, NV dan MW, dua pelaku yang menyiramkan air pada perempuan tersebut siap dipanggil polisi untuk diperiksa. Mereka juga mengungkap alasan melakukan hal itu pada korban.

”Kami siap menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi saat itu, kenapa bisa seperti itu. Untuk menghadapi kasus ini , kami tidak sendiri. Ada kuasa hukum yang kami tunjuk,” kata MW, salah satu terlapor, Kamis (15/12) lalu.

Menurutnya, permasalahan tersebut berawal ketika dia melakukan panggilan video dengan pacarnya. Ketika itu kekasihnya akan makan siang. Saat makan siang itulah dia melihat R. MW bersama NV yang suaminya juga ada di lokasi, lalu mendatangi restoran tersebut.

Pos terkait