Pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka resmi ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam Pemilu 2024. Penetapan dilakukan melalui rapat pleno di Kantor KPU RI, kemarin, menyusul tuntasnya proses hukum di Mahkamah Konstitusi.
======== | radarsampit.com
Proses penetapan berlangsung cukup ramai. Dimulai pukul 10.00 WIB, semua unsur petinggi Koalisi Indonesia Maju (KIM) hadir di lokasi. Selain itu, hadir juga pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Keduanya diikuti unsur Partai PKB dan PKS. Sementara Nasdem absen.
Berbeda dengan paslon nomor 1, Ganjar-Mahfud memilih absen. Namun dari anggota koalisinya, ada PPP yang hadir diwakili Ketua Umum Mardiono dan Sekjen Arwani Thomafi.
Usai ditetapkan, Prabowo menekankan proses pemilu telah usai. Diakuinya, sepanjang tahapan ada banyak persaingan, perdebatan tajam bahkan panas. Situasi itu tuntutan dari sistem demokrasi untuk memberikan keragaman pilihan pada pemilih.
Namun sekarang telah selesai, sehingga saatnya semua elemen kembali bersatu. “Sekeras apapun, setajam apapun, kita menyadari bahwa kita tetap satu rumpun, satu keluarga besar,” ujar Prabowo.
Mantan Danjen Kopassus itu menyadari, tidak semua pihak puas dengan hasilnya. Hal itu pun pernah beberapa kali dia rasakan di Pilpres sebelummya. “Mas Anies, Mas Muhaimin, Saya pernah berada di posisi anda. Saya tahu senyuman anda berat sekali itu,” kata Prabowo disambut gelak tawa hadirin.
Namun, Prabowo berharap kekecewaan itu diakhiri. Setelah Pilpres usai, dia mengajak semua elit bekerja sama dan kolaborasi untuk membawa kebaikan bagi bangsa. Prabowo siap menjadi presiden untuk semua lapisan masyarakat. “Termasuk yang tidak memilih saya,” tegasnya.
Sementara itu, Pasangan Calon Nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tampil kompak saat penetapan Prabowo-Gibran di KPU. Kepada media, Anies menganggap semua tahapan pemilu sebagai bagian dari proses bernegara.
”Kita menghormati proses bernegara ini hingga tuntas. Karena itulah kita hadir bersama di sini menghormati proses,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Cak Imin yang mendampinginya.
Meski demikian, Anies menekankan pihaknya tetap tidak melupakan fakta pada sidang MK yang memperlihatkan banyak sekali catatan yang harus menjadi bahan perbaikan. “Ini tetap harus diingat. Di sisi lain kita menghormati proses bernegara,” imbuhnya.
Ditanya soal kemungkinan dirangkul Prabowo, Anies enggan mengomentari. “Ini kita lagi proses,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Terpisah, calon wakil presiden nomor urut 03 Mahfud MD menerangkan, ketidak hadir pihaknya dalam acara penetapan presiden-wapres terpilih. Dia beralasan pemberitahuan undangan yang terlambat sampai. “Saya tidak tahu kalau ada undangan,” terangnya dalam keterangan resminya, kemarin.
Mahfud baru mendapatkan kabar terkait undangan untuk menghadiri penetapan sekitar setengah jam sebelum acara dimulai. Tentu, waktunya terlalu mepet dan tidak mungkin bisa menghadiri acara tersebut. “Jadi waktunya tidak terkejar, jadi saya tidak tahu kalau ada undangan,” kata Mahfud.
Mantan Menkopolhukam itu menuturkan, saat ini memang sudah tidak tahu soal agenda-agenda seperti itu, karena liaison officer (LO) sudah tidak aktif. Apalagi, kini Mahfud sudah mulai banyak kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan atau dihadiri.
Terutama, lanjut Mahfud, setelah vonis Mahkamah Konstitusi (MK) tentang sengketa Pilpres 2024 sudah dijatuhkan dua hari lalu. Mahfud kini sudah membuka kembali komunikasi dengan teman-teman yang selama ini ditutup lantaran pencawapresan.








