Radarsampit.com – Bukan bosan lagi, kali ini, Karin (28), putus asa. Keputusasaannya ia wujudkan dengan mengakhiri hubungan pernikahan, alias cerai.
“Enam bulan bukan waktu yang singkat. Apalagi ini blas menghilang tanpa ada kabar,” ujar Karin putus asa, suatu ketika di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.
Dulu, Donwori (29), suaminya, pamit untuk mengunjungi saudara jauhnya. Ke Sulawesi, begitu pamitnya ke Karin. Tak ada curiga, Karin percaya sepenuhnya pada suaminya tercinta.
Satu minggu kepergiannya, Donwori masih meninggalkan kabar. Namun setelahnya, Donwori benar-benar menghilang. Nomor handphonenya tak bisa dihubungi. Apakah Donwori ganti nomor atau nomor Karin yang diblok, sudah tidak bisa dideteksi lagi.
Begitu pula dengan sosial media. Bahkan, Karin sudah tak bisa menemukan akun suaminya. Mengontak nomor saudara Donwori di sana? Boro-boro.
Karin bahkan terlalu abai hingga tak sempat menanyakannya saat masih bersama Donwori.
Saat itu, tentu Karin panik luar biasa. Ia ingin cerita ke orang tua tapi takut disalahkan. Yang ini, ceritanya nanti dulu, di akhir saja.
Singkatnya, yang bisa Karin lakukan adalah menunggu dan mencoba positive thinking. Barangkali memang sedang ada kendala di sana.
Hilangnya jejak Donwori yang mati-matian Karin tutupi dari orang tua, akhirnya terkuak juga.
Kalau ditelepon, Karin masih punya alasan jika Donwori sedang sibuk saat orang tuanya menanyakan keberadaan menantunya. Tapi ia tak bisa berkutik manakala orang tuanya datang menemuinya langsung.
“Jadi semenjak Wori ngilang, saya memang gak berani pulang ke rumah. Takut ditanya aneh-aneh. Akhirnya ibuk saya khawatir, didatangi ke kontrakan,” ujar Karin.
Dan akhirnya terkuaklah semuanya. Bahwa Donwori menghilang. Mira, ibunya Karin, saat itu langsung gercep. Mira mengajak Karin menemui seorang dukun, untuk melacak keberadaan Donwori.
“Kata dukunnya, Donwori pulang ke istri pertamanya. Jadi selama ini saya digobloki,” ujar Karin diikuti dengan tawa kecut.
Bahkan, kata-kata mbah dukun masih terngiang hingga sekarang. Mencabik-cabik hati Karin setiap mengingat Donwori.
Katanya, Donwori menikahi Karin memang untuk selingan saja. Selain Karin, juga ada istri-istri simpanan Donwori yang tersebar di beberapa kota.
Semua diperlakukan seperti selir dan ditinggal. Sementara Donwori sudah punya istri tua, juga tiga orang anak. Mengetahui fakta itu, hati Karin ambyar.
Balik pada cerita ketika Karin takut dimarahi orang tua. Jadi ceritanya awalnya hubungannya ditentang. Alasannya orang tua Karin kurang sreg, entah apa alasannya. Hanya feeling kalau Donwori tak beres.
Tapi Karin ngeyel. Ia mencoba meyakinkan orang tuanya kalau Donwori adalah pria baik-baik meski perkenalannya singkat dan lewat online.
Terlebih, Donwori kaya raya. Itu yang Karin jadikan alasan untuk semakin meyakinkan orang tua.
“Saya ngomong, kalau jadi istrinya Donwori gak perlu susah lagi kerja. Dia banyak uang, mau apa saja dikasih. Lalu orang tua saya luluh, tapi ternyata begini akhirnya kejadiannya,” pungkasnya. (*/opi)








