Siap Wakili Indonesia ke Qatar, Gadis Remaja Asal Sampit Menangkan Kompetisi Codeavour Tingkat Nasional

Alethea
JUARA : Alethea peraih juara 2 dalam kategori junior tract 1 dalam ajang kompetisi Codeavour di Jakarta, Sabtu (22/2) lalu.

SAMPIT, radarsampit.com – Prestasi membanggakan diraih Alethea Putri Hasian Tampubolon, Siswi SD Katolik Yos Sudarso Sampit. Gadis remaja berusia 11 tahun ini berhasil membuktikan bakat dan kemampuannya meraih juara 2 tingkat nasional dalam ajang kompetisi Codeavour 6.0 di Indonesia level regional round dan national round yang diselenggarakan KodeKiddo bekerjasama dengan STEMPedia dan didukung oleh PT Bank Maybank Indonesia.

Codeavour 6th Edition merupakan kompetisi internasional Artificial Intelligence (AI), coding, robotic dari STEMPedia dengan menggunakan platform Pictoblox bagi anak-anak berusia 7 – 18 tahun.

Pada kompetisi ini terbagi menjadi tiga kategori terdiri dari, Elementary (7-10 tahun), Junior (11-14 tahun) dan Senior (15-18 tahun). Pemenang pada National Round akan mendapat voucher, uang tunai, dan merchandise serta diundang mewakili Indonesia ke Doha, Qatar.

Tahun ini perlombaan Codeavour dibagi menjadi dua track, Track 1 dengan tema Innovation and Entrepreneurship berfokus pada projek yang dibuat anak-anak dengan platform pictoblox.

Sedangkan, Track 2 dengan tema Climate Action Challenge berfokus pada problem solving melalui pengaplikasian robot dalam menyelesaikan tantangan yang telah disiapkan.

Alethea
BANGGA : Alethea berfoto bersama kedua orang tua yang mendukungnya meraih mimpi.

Alethea termasuk sebagai salah satu peserta kategori track 1 dari 500 peserta dalam 200 team yang mengikuti kompetisi Codeavour tahun ini.

Siswi yang masih duduk dibangku Kelas 6 ini, mulai tertarik dengan Coding sejak ia masih duduk dikelas 2 SD, tepatnya saat pandemi Covid-19 melanda pejuru negeri sejak tahun 2020 lalu.

Berkat dukungan Diah Kristinawati (43) dan Gordon Tampubolon (43) selaku orang tuanya, Alethea mampu belajar coding dengan baik mengikuti bimbingan belajar secara personal melalui online dengan seorang dosen yang mengajar di Universitas Ciputra Surabaya selama dua tahun.

“Sejak kecil anak kami memang sudah familiar dengan laptop. Saat Covid-19, pelajar mulai beradaptasi dengan pembelajaran secara daring. Sehingga, ada banyak waktu luang untuk mengembangkan bakatnya,” ujar Diah Kristinawati kepada Radar Sampit,Kamis (13/3).

Diah melihat anaknya memiliki bakat di dunia teknologi komputer. Sehingga, ia mencari guru melalui Instagram yang mampu mengajarkan Alethea ilmu coding secara zoom online setiap sepekan sekali. Tahun 2023, Alethea mulai mengikuti bimbingan belajar secara online di Kodekiddo setiap sepekan sekali.

Untuk diketahui, KodeKiddo didirikan oleh Melani Hendrawidjaja sejak 2016 dan kini sudah tersebar di 32 cabang seluruh Indonesia.

KodeKiddo berpusat di Silicon Valley, Amerika yang merupakan organisasi untuk mengenalkan coding kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mendukung anak Indonesia untuk mendapatkan pelatihan terbaik dengan mengenalkan pembelajaran program terkini di bidang Coding, AI dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

“Alethea mulai belajar coding sejak kelas 2 SD pernah ikut bimbingan belajar secara personal dan gabung bimbel di KodeKiddo saat dia kelas 4 SD. Dari bimbel ini, bakatnya semakin berkembang. Dia bisa melatih kemampuannnya melalui berbagai kompetisi termasuk kompetisi Codeavour ini,” ujar sosok ibu yang pernah menjadi tenaga pendidik di SD Cita Hati East Campus Surabaya sejak 2006-2016.

Thea mulai mengikuti pendaftaran September 2024 dan mengikuti seleksi awal pada 31 Januari 2025 secara online. Kemudian, Alethea mengikuti seleksi regional pada 9 Februari 2025 secara online yang dilaksanakan di 12 learning centers KodeKiddo yang tersebar di Indonesia.

Pos terkait