SAMPIT, RadarSampit.com – Sebanyak 619 orang siswa SMAN 1 Sampit mengikuti kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bertempat di Aula SMAN 1 Sampit, Kamis (16/9).
Wakil Kepala SMAN 1 Sampit Siwi mengatakan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat merupakan kegiatan yang kedua kalinya dilaksanakan. Dimana minggu lalu sekitar siswa kelas XII berjumlah sekitar 300 orang telah lebih dulu di vaksin. “Minggu lalu Dinas Kesehatan telah melakukan vaksinasi khusus untuk siswa kelas XII,” sebutnya.
Percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar SMAN 1 kembali dilakukan dengan menyasar siswa kelas X dan XI yang berjumlah 619 orang. Total peserta didik di SMAN 1 Sampit mulai dari kelas X, XI, XII berjumlah 980 orang. Diharapkan dengan pelaksanaan vaksinasi ini siswa SMAN 1 Sampit dapat tervaksin seluruhnya. “Hanya ada beberapa orangtua saja yang tidak mengizinkan anaknya untuk di vaksin,” terangnya.
Setelah ditanyakan mengapa pihka orangtua tidak memberikan izin untuk vaksinasi, ternyata ada siswa yang trauma. Namun pihaknya tetap berupaya melakukan pendekatan, mengedukasi dan memberikan pemahaman agar siswa tersebut juga dapat di vaksin. “Tapi kami tidak memaksa, kalau memang tidak bersedia di vaksin karen itu hak mereka,” terangnya.
Pelaksanaan vaksinasi di tingkat SMAN 1 Sampit ini dilakukan sebagai salah satu persyaratan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, dimana tenaga pendidik maupun peserta didik diharuskan untuk di vaksin minimal dosis pertama.
“Akhirnya kami bergerak cepat agar anak ini bisa secepatnya di vaksin. Alhamdulillah gayung bersambut, Dinkes bisa melaksanakan vaksinasi untuk siswa kami,” ungkapnya.
Untuk tenaga pendidik di SMAN 1 Sampit hampir semua telah di vaksin, hanya beberapa orang saja yang belum di vaksin karena faktor kesehatan. “Hanya empat orang tenaga pendidik yang belum di vaksin, karena ada penyakit bawaan. Jadi di tunda dulu karena kesehatannya, tapi bertahap kalau memenuhi kriteria untuk vaksin maka mereka juga akan di vaksin,” tuturnya.
Sementara itu Gratia siswi Kelas XI IPA C menyambut baik dengan adanya vaksinasi yang diadakan di sekolah. Menurutnya kegiatan seperti ini lebih memudahkan mereka dibandingkan mereka harus antre di pusat layanan kesehatan penyedia vaksinasi Covid-19.
“Vaksinasi di sekolah ini lebih mudah, biar gak ribet. Kalau ke Puskesmas ribet. Lebih enak di koordinir seperti ini,” sebutnya yang mengaku biasa saja saat di suntik vaksin. Gratia menyambut baik rencana PTM kalangan SMA sederajat. Sehingga dia berharap dengan vaksinasi untuk siswa ini sekolah dapat segera di buka kembali. (yn/ton/soc)







