PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kebakaran bangunan kembali terjadi di Kota Palangka Raya. Kali ini mengganggu ketenangan warga di Jalan Rajawali III, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Sabtu (21/9).
Amukan api itu melahap sebuah rumah kayu berbentuk panggung yang dalam keadaan kosong sudah cukup lama. Belum pasti diketahui ada penyebab kebakaran, namun kobaran api sempat terlihat membumbung hingga membuat panik ratusan warga di daerah padat pemukiman tersebut.
Informasi dihimpun dari warga sekitar, beberapa saksi pertama kali ada mendengar seperti ledakan kecil kemudian mendengar lagi ledakan kedua. Lalu warga keluar rumah dan melihat bangunan rumah tidak berpenghuni itu di sebelahnya sudah muncul api dari bawah.
Sementara ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang, dan kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu warga sekitar bernama Gusti (68) mengatakan, di dalam rumah itu sempat terdengar dua kali suara ledakan, saat awal kebakaran. Lantaran curiga, ia pun keluar rumah dan awal mula api dari bagian bawah rumah panggung.
Namun ia tidak mengetahui kenapa hal tersebut bisa terjadi. ”Api cepat membakar rumah dan rumah itu memang dalam keadaan kosong. Pemicunya tidak diketahui,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, api dengan cepat berkobar karena pondasi bangunan rumah itu dari kayu.
Ditegaskanya pula, penyebab sementara kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang dan pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa atau terluka dalam peristiwa itu.
Sucipto juga mengungkapkan, dalam memadamkan api tersebut pihaknya juga dibantu beberapa anggota TNI, Polri pihak dinas kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Satpol PP dan BPK Swakarsa serta Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK).
Diakuinya, kebakaran tersebut untuk kesekian kalinya melanda bangunan kosong, sehingga pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, dan segera laporkan jika terjadi kebakaran.
Di sisi lain Sucipto juga mengimbau kepada masyarakat agar lakukan pemeriksaan rutin pada instalasi listrik dan peralatan elektronik untuk memastikan tidak ada kabel yang rusak atau berpotensi menimbulkan korsleting.
“Jangan terlalu banyak menggunakan stop kontak. Pastikan penggunaan alat listrik tidak melebihi kapasitas yang dianjurkan. Simpan bahan-bahan mudah terbakar, seperti bensin, minyak, atau bahan kimia, di tempat yang aman dan jauh dari sumber panas. Kemudian sediakan alat pemadam kebakaran, seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), di tempat yang mudah dijangkau dan pastikan semua orang tahu cara menggunakannya.Ikuti pelatihan penanganan kebakaran untuk memahami cara bertindak cepat saat terjadi kebakaran.,” pungkasnya.
Sucipto menegaskan, semua pihak harus membantu mencegah terjadinya kebakaran dan menjaga keselamatan bersama. (daq/gus)








