Terima Ratusan Mahasiswa Magang, RSUD dr Murjani Dukung Percepatan Kelulusan Dokter dan Bidan 

RSUD Murjani
PEMBUKAAN: Pembukaan orientasi mahasiswa praktik klinik D3 Kebidanan UMSA di Aula Penunjang RSUD dr Murjani Sampi, Kamis (30/5/2024) lalu. (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.com – Menangani ratusan pasien setiap hari dengan kasus yang bervariasi serta memiliki puluhan tenaga dokter spesialis yang mumpuni menjadi kelebihan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.

Beberapa hal itu menjadi pertimbangan Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR) mengusulkan kerjasama dengan RSUD dr Murjani Sampit dalam hal penerimaan mahasiswa koas.

Bacaan Lainnya

Koas merupakan program profesi yang harus lakukan oleh mahasiswa jurusan kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter yang dilaksanakan di rumah sakit dalam kurun waktu hingga dua tahun.

“Kami mendapatkan tawaran penerimaan mahasiswa koas dari UPR, memang dari pihak mereka belum bersurat secara resmi. Tetapi, dipastikan akan terlaksana dalam waktu dekat ini,” kata dr Sutriso Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit saat ditemui Radar Sampit di acara pembukaan Expo Sampit, Sabtu (8/6/2024).

Rencana kerjasama mahasiswa koas dikarenakan RSUD dr Murjani Sampit sudah memiliki 23 dokter umum dan 38 dokter spesialis yang siap menjadi tenaga pendidik selama mahasiswa kedokteran UPR menjalani masa koas.

“Kasus anak di RSUD dr Murjani Sampit cukup bervariasi dan rata-rata jumlah pasien 50 per hari dan sudah ada tiga dokter spesialis anak, dr Nina, dr Dania, dr Heru dan Fransiska dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang anak,” katanya.

Fakultas Kedokteran UPR sebenarnya sudah bekerjasama lebih dulu dengan RSUD Doris Sylvanus. Namun, untuk tenaga pendidik masih sangat terbatas dan tidak sebanding dengan mahasiswa kedokteran yang akan menjalani koas.

“Tenaga pendidik di RSUD Doris Sylvanus hanya ada tujuh. Oleh karena itu, untuk mempercepat kelulusan dokter di UPR kami siap menerima mahasiswa kedokteran UPR untuk menjalani masa koas di RSUD dr Murjani Sampit,” kata dr Sutriso.

Dalam waktu dekat, Fakultas Kedokteran UPR akan melakukan kunjungan ke RSUD dr Murjani Sampit untuk melihat kesiapan RSUD dr Murjani Sampit dalam hal fasilitas sarana dan prasarana termasuk asrama untuk mahasiswa koas.

“Kami juga sedang mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menjadi tenaga pendidik klinik. Karena, kami sudah memenuhi spesifikasi yang disyaratkan, maka penerimaan mahasiswa koas akan dimulai bulan depan,” katanya.

Untuk mematangkan kesiapan penerimaan mahasiswa koas,  RSUD dr Murjani Sampit akan melakukan kaji tiru ke RSUD Doris Sylvanus sekaligus kunjungan melihat alat pemeriksaan cath lab atau kateterisasi jantung yang sudah lebih dulu ada di RSUD Doris Sylvanus.

“Penerimaan mahasiswa koas dibagian anak akan kami terima 10 mahasiswa setiap bulannya. Sekalian kunjungan cath lab kateterisasi jantung. Di RSUD dr Murjani Sampit kami sudah mengurus izin operasionalnya, kemungkinan awal tahun 2025 sudah bisa operasional pelayanan cath lab untuk mengatasi permasalahan pada jantung pasien dengan memanfaatkan sinar-X,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Badan Koordinasi Pendidikan (Bakordik) RSUD dr Murjani Sampit drg Ari Wijayanto mengatakan setiap tahunnya RSUD dr Murjani Sampit selalu menerima mahasiswa yang melakukan praktik magang di RSUD dr Murjani Sampit dengan kurun waktu ada yang 22 hari ada yang selama 3 bulan.

“Program praktik magang sudah ada sejak lama dan setiap tahun selalu menerima mahasiswa magang dari berbagai institusi pendidikan, lembaga dan universitas,” kata drg Ari Wijayanto.

Dibentuknya Bakordik juga sebagai salah satu wadah kemudahan dalam berkoordinasi antara RSUD dr Murjani Sampit dengan institusi pendidikan baik lembaga maupun universitas yang sudah bekerjasama dengan RSUD dr Murjani Sampit.

Pos terkait