Padang Ikuti Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalteng

Lomba Desa
LOMBA:PJ Bupati Sukamara Kaspinor memberikan kerupuk basah panganan khas Sukamara kepada tim penilai yang hadir. (Fauzianur/Radar Sampit)

SUKAMARA, radarsampit.com – Kelurahan Padang mewakili Kabupaten Sukamara dalam lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Tim datang langsung ke kelurahan melakukan penilaian dan disambut langsung oleh Penjabat Bupati Sukamara bersama pihak terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

“Padang adalah sebuah kelurahan yang mempunyai inovasi dan kreativitas yang tinggi dan sudah banyak meraih prestasi sehingga mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat dan daerah,” kata Penjabat Bupati Sukamara Kaspinor saat menyambut tim penilai lomba dari provinsi, Selasa (11/6/2024).

Menurutnya, lomba desa dan kelurahan bukan hanya  ajang perlombaan semata, namun juga merupakan momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar warga, meningkatkan rasa kebersamaan, serta memperkuat solidaritas dalam membangun desa.

Desa dan kelurahan adalah panggung utama dari kehidupan masyarakat, dimana setiap langkah kecil yang kita ambil memiliki dampak besar bagi kemajuan bersama.

Melalui lomba desa dan kelurahan maka diharapkan dapat menggali potensi yang ada di desa dan kelurahan serta menjadikannya sebagai modal untuk mewujudkan cita-cita dan harapan bersama dalam menciptakan desa dan kelurahan yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga :  Lapas Sukamara akan Hapus Aset Tembok Lama

“Lomba ini juga menjadi ajang untuk menginspirasi generasi muda agar terus bersemangat dalam mengembangkan potensi lokal dan menciptakan inovasi yang dapat membawa perubahan positif,” tandas Kaspinor.

Sementara itu Lurah Padang Irvanudin menegaskan, dalam lomba itu pihaknya menonjolkan inovasi dan sejumlah program kelurahan yang telah dilaksanakan.

Salah satunya adalah mendukung pemasaran pengolahan produk kerupuk basah serta pengembangan UMKM, yakni dengan memfasilitasi tempat berjualan pelaku UMKM.

Setiap dua bulan sekali dilaksanakan pasar kuliner.  Selain itu juga sebagai saran evaluasi administrasi kelurahan, sehingga apa yang masih kurang akan terus diperbaiki.

“Alhamdulillah setelah program ini berjalan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perputaran uang di pasar kuliner dalam satu malam cukup tinggi. Perekonomian masyarakat terutama bagi pelaku UMKM dan pengolahan kerupuk basah bisa tumbuh,” tegas Irvan. (fzr/yit)



Pos terkait