Terkunci 3 Hari di Kontainer, Tenggiling Lemas Diselamatkan di Pelabuhan Bagendang

tenggiling
DISELAMATKAN: Tenggiling yang diduga akan diselundupkan via Pelabuhan Kontainer Bagendang, setelah diselamatkan Disdamkarmat Kotim dan Pecinta Satwa Liar Sampit.

SAMPIT, radarsampit.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit akan menindaklanjuti temuan seekor tenggiling yang diduga hendak diselundupkan melalui Pelabuhan Kontainer Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, pihaknya menerima penyerahan satwa tersebut dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kotim yang sebelumnya bersama komunitas pecinta satwa mengevakuasi tenggiling dalam kondisi lemas dari dalam kontainer.

Bacaan Lainnya

”Kami menerima penyerahan satu ekor tenggiling dengan berat sekitar 15 kilogram dari Damkar Kotim yang dibantu komunitas Sampit. Satwa ini ditemukan di Pelabuhan Bagendang dan saat ini masih kami observasi kondisinya,” ujarnya, Rabu malam (1/10/2025).

Menurut Muriansyah, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi lokasi penemuan untuk memastikan kronologi dan dugaan adanya upaya penyelundupan.

”Langkah berikutnya, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi penemuan. Tenggiling merupakan satwa liar yang dilindungi undang-undang, sehingga kasus ini akan kami dalami. Jika kuat dugaan ada pihak yang hendak menyelundupkannya, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga masih mempertimbangkan langkah terhadap tenggiling tersebut, apakah akan langsung dilepasliarkan ke habitat aslinya atau menunggu proses pemulihan lebih lanjut.

Diketahui bahwa seekor Tenggiling, satwa dilindungi yang terancam punah, berhasil diselamatkan dari dalam sebuah kontainer di kawasan Pelabuhan Begendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (1/10/2025).

Hewan bersisik dengan berat sekitar 15 kilogram itu ditemukan dalam kondisi lemas dan diduga sudah terjebak selama tiga hari.

Kondisinya mengalami dehidrasi akibat terlalu lama berada di ruang sempit tanpa asupan makanan dan air.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Sukmana, mengatakan pihaknya menerima laporan dari pecinta satwa liar, Harry, sekitar pukul 14.00 WIB.

”Sekitar pukul 14.12 kami langsung mendampingi menuju lokasi. Sepertinya tenggiling itu sudah cukup lama di dalam kontainer,” ujarnya.

Harry menambahkan, dugaan kuat satwa ini hendak diselundupkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. ”Kondisinya dehidrasi, kemungkinan besar sudah tiga hari berada di dalam kontainer,” ungkapnya.

Setelah dievakuasi, tenggiling tersebut dibawa ke Markas Komando Disdamkarmat Kotim untuk mendapatkan penanganan awal.

Selanjutnya, hewan itu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit agar bisa dirawat sesuai prosedur konservasi satwa dilindungi.

Tenggiling (Manis javanica) merupakan satwa yang masuk daftar hewan dilindungi di Indonesia.

Hewan ini kerap menjadi target perburuan dan perdagangan ilegal karena sisiknya yang bernilai tinggi di pasar gelap. Penemuan ini kembali mengingatkan tentang ancaman nyata terhadap keberlangsungan hidup satwa langka di wilayah Kotim. (oes)

Pos terkait