KUALA KURUN – Tingginya curah hujan di Kabupaten Gunung Mas, membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan meluap dan merendam ribuan rumah warga yang berada di pinggiran sungai. Ada tiga kecamatan yang dilanda banjir cukup parah, yakni Miri Manasa, Damang Batu, dan Kahayan Hulu Utara.
”Dari laporan yang kami terima, hampir semua desa di tiga kecamatan itu terendam banjir. Terutama desa yang berada di daerah hulu,” kata Kepala BPBD Gumas Champili, Senin (23/8).
Dampak banjir itu, kata dia, mengakibatkan akses transportasi darat menuju ke tiga kecamatan terputus total. Bahkan, banjir sudah mulai memasuki wilayah Kecamatan Tewah dan Rungan.
”Meski rumahnya terendam banjir, warga desa masih tetap memilih bertahan di rumah mereka masing-masing,” ujarnya.
Sejauh ini, BPBD Gumas belum mengambil tindakan, karena banjir yang merendam rumah warga belum mencapai tiga hari. Namun, instansi itu akan tetap terus memantau perkembangan banjir.
”Sesuai standar operasional prosedur (SOP), apabila banjir sudah merendam rumah selama tiga hari, kami akan langsung mengambil tindakan, seperti melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan,” ujarnya.
Selain curah hujan tinggi dan pendangkalan DAS Kahayan, dia menambahkan, bencana banjir yang terjadi di bagian hulu, juga terjadi karena adanya aktivitas perusahaan besar swasta (PBS), penambangan liar, dan penebangan hutan.
Banjir parah juga terjadi di Kabupaten Katingan dan merendam ratusan rumah warga. Bahkan, ketinggian air mencapai lebih dari dua meter akibat luapan Sungai Katingan. Bencana itu jadi perhatian sejumlah pihak yang langsung menyalurkan sejumlah bantuan.
Merespons banjir tersebut, Polri, TNI, BPBD, dan Emergency Respons Palangka Raya melaksanakan search and rescue (SAR) serta mendistribusikan bantuan kepada masyarakat di Desa Tumbang Samba, Katingan, Senin (23/8). Pendistribusian dilepas langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo dan Wakapolda Brigjen Pol Ida Oetari Poernamasasi.
Sebanyak 72 personel dari berbagai satuan, termasuk tim kesehatan dan Tim SAR dikerahkan untuk menangani dampak banjir terhadap warga setempat. Banjir itu diperkirakan membuat ribuan kepala keluarga terdampak. Selain itu, ratusan rumah dan fasilitas umum terendam.
Beberapa desa yang dilanda banjir di Katingan, yakni Desa Tumbang Hiran, Rangan Tangko, Rangan Surai, Samba Bakumpai, Samba Katung, Samba Kahayan, Napu Sahur, dan sejumlah desa lainnya.
”Kami menyalurkan bantuan yang dibutuhkan, seperti beras, air mineral, minyak goreng, dan lainnya. Selain itu, kami juga memberikan pelayanan kesehatan pada warga terdampak,” ujar Dedi.
Dedi menuturkan, kehadiran tim diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat. Di sisi lain, pihaknya terus melakukan antisipasi dan konsolidasi untuk siaga bencana banjir. Selain itu, dia juga mengingatkan pada semua pihak, terutama tim yang bertugas, agar tetap mewaspadai ancaman penularan Covid-19 yang masih tinggi.
”Dalam melaksanakan tugas, tolong protokol kesehatan agar betul-betul ditegakkan dengan baik. Keselamatan jadi hal utama. Jangan ambil risiko sekecil apa pun,” katanya.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Katingan Iptu Bimasa mengatakan, pihaknya berupaya mengantisipasi dampak banjir dengan melakukan melakukan patroli di wilayah permukiman warga bantaran sungai. Masyarakat diminta selalu waspada dan berhati-hati akibat banjir yang merendam di daerah hulu Katingan. (arm/daq/sos/ign)








