PALANGKA RAYA – Sebanyak 340 Bintara remaja, akhirnya resmi menjadi aparat kepolisian.Setelah Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah Irjen Pol Nanang Avianto memimpin upacara pelantikan terhadap 340 Siswa Diktukba Polri 2021 lulusan SPN Polda Kalteng, di SPN Polda Kalteng, Desa Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah,Rabu (22/12).
Dari 340 bintara tersebut, sebanyak 265 Bintara remaja akan ditugaskan di Polda Kalteng. Sedangkan ke 75 Bintara remaja pengiriman Polda Papua yang mengikuti pendidikan di SPN Polda Kalteng, dan akan ditugaskan kembali ke Polda Papua.
Kapolda menyatakan, penutupan Pendidikan Diktukba Polri T.A. 2021 di SPN Polda Kalteng dan selanjutnya dilakukan penanggalan tanda siswa, penyematan tanda pangkat efektif dan penyerahan ijazah kepada perwakilan secara simbolis.
Seluruh Bintara remaja yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan selama lima (5) bulan dan berhak menyandang pangkat Bripda.
“Keberhasilan saudara dalam mengikuti dan menyelesaikan pendidikan, merupakan anugerah Allah SWT yang harus senantiasa disyukuri serta keberhasilan ini tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga terutama orang tua,” ujar Irjen Nanang.
Dirinya berpesan, kepada Bintara remaja yang baru dilantik, agar terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, pegang teguh dan amalkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman hidup dan pedoman dalam pelaksanaan tugas.
“Senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga dan institusi. Hindari segala pelanggaran disiplin, kode etik profesi polri, maupun pidana. Jalin persaudaraan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta seluruh komponen lainnya,” imbuh Nanang.
Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Kombes Pol Eka Djunaedi menambahkan,bahwa momen pelatihan ini sangat sakral dan penuh rasa suka cita serta gembira, lantaran 340 siswa kini layak menyandang Bintara Polri berpangkat Bripda.” mereka sudah ditempa dengan berbagai hal dan siap mengabdi untuk masyarakat,” ujarnya.
Eka menekankan, nantinya ratusan bintara ini akan ditempatkan ke seluruh satuan kerja di lingkup Polda Kalteng. Baik di Sat Brimob, Sat Sabhara hingga di seluruh Polres, termasuk penempatan di Mabes Polri.
“Konkretnya mereka sudah siap untuk lebih mengabdi kepada masyarakat. Dan saya menekankan agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat,” imbuhnya.
Menariknya dari ratusan bintara tersebut, terdapat seorang anak asal Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, yang pekerjaan sehari-hari ayahnya tukang sampah atau kebersihan, serta pencari rumput.
Bintara Bripda Maridah mengatakan, menjadi Polri merupakan kebanggan dan cita-cita sejak dahulu, apalagi sudah tiga kali mendaftar hingga akhirnya bisa secara sah bergabung di korps Bhayangkara.”Ini cita-cita saya inginkan, meskipun orang tua saya sebagai pencari rumput dan petugas kebersihan. Tiga kali mendaftar akhirnya lulus dan alhamdulilah kini jadi personel Polri,” ungkapnya.
Menuruthnya, untuk berhasil lolos berbagai rintangan ditempuh dan berbagai kesulitan dialami. Namun karena tekad kuat maka akhirnya bisa berhasil.”Saya siap untuk bertugas dan dalam bertugas selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan dan jangan jauh dari Tuhan.” ucapnya.
Orang tua Bripda Maridah Mat Naji menyatakan sangat bersyukur anaknya bisa menjadi personel Polri dan berterima kasih dengan Kapolda dan Kapolri.”Saya bersyukur dengan keberhasilan ini, jujur saya ini tukang pencari sampah dan pencari rumput. Memang cita-citanya sejak kecil ingin jadi polisi.Sampai akhirnya dapat,” pungkasnya. (daq/gus)








