“Konkretnya mereka sudah siap untuk lebih mengabdi kepada masyarakat. Dan saya menekankan agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat,” imbuhnya.
Menariknya dari ratusan bintara tersebut, terdapat seorang anak asal Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, yang pekerjaan sehari-hari ayahnya tukang sampah atau kebersihan, serta pencari rumput.
Bintara Bripda Maridah mengatakan, menjadi Polri merupakan kebanggan dan cita-cita sejak dahulu, apalagi sudah tiga kali mendaftar hingga akhirnya bisa secara sah bergabung di korps Bhayangkara.”Ini cita-cita saya inginkan, meskipun orang tua saya sebagai pencari rumput dan petugas kebersihan. Tiga kali mendaftar akhirnya lulus dan alhamdulilah kini jadi personel Polri,” ungkapnya.
Menuruthnya, untuk berhasil lolos berbagai rintangan ditempuh dan berbagai kesulitan dialami. Namun karena tekad kuat maka akhirnya bisa berhasil.”Saya siap untuk bertugas dan dalam bertugas selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan dan jangan jauh dari Tuhan.” ucapnya.
Orang tua Bripda Maridah Mat Naji menyatakan sangat bersyukur anaknya bisa menjadi personel Polri dan berterima kasih dengan Kapolda dan Kapolri.”Saya bersyukur dengan keberhasilan ini, jujur saya ini tukang pencari sampah dan pencari rumput. Memang cita-citanya sejak kecil ingin jadi polisi.Sampai akhirnya dapat,” pungkasnya. (daq/gus)








