Ujung Seteru Politikus Kenyang Pengalaman di Kotim

Parimus Melompat ke Banteng, Jhon Berharap Terpilih Lagi

parimus mundur dari demokrat
PINDAH HALUAN: Ketua DPC Demokrat Kotim Jhon Krisli menerima pengunduran diri Parimus dan sejumlah eks Demokrat Kotim lainnya, Selasa (9/5). (RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Mantan Ketua DPC Demokrat Kotim, Parimus, memilih mengundurkan diri dari partai yang mendudukannya di DPRD Kotim. Dari Demokrat, Parimus memutuskan bergabung dengan PDIP untuk kembali maju dalam pemilihan tahun depan.

Keputusan itu disinyalir bentuk kekecewaan setelah terdepak dari kursi ketua oleh Jhon Krisli, kader anyar partai berlambang bintang mercy tersebut. Keduanya sempat bersaing sengit memperebutkan kepemimpinan Demokrat Kotim.

Bacaan Lainnya

Parimus bersama Linda dan 13 eks Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Demokrat Kotim ramai-ramai mengajukan pengunduran dirinya di Kantor DPC Demokrat Kotim, Selasa (9/5). Pengunduran diri itu diterima langsung Ketua DPC Demokrat Kotim Jhon Krisli.

Parimus dan Linda merupakan anggota DPRD Kotim aktif. Mereka terpilih pada pemilu 2019 melalui Partai Demokrat. Parimus merupakan peraih suara terbanyak dengan angka di atas 3.000 suara, sementara Linda merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan tiga, yakni Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit.

Parimus menuturkan, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk pilihan sebagai orang politik. ”Terima kasih kami ucapkan, pengunduran diri kami sudah diproses,” kata Parimus.

Meski nantinya beda partai, Parimus berharap hubungan silaturahmi tetap bisa terjalin dengan baik. Selain itu, bisa sama-sama berjuang pada Pemilu 2024 hingga bisa duduk di kursi legislatif.

”Kami mohon maaf Pak Jhon, jika saya dan keluarga selama ini ada yang kurang berkenan,” katanya.

Disinggung mengenai partai yang akan jadi perahunya maju pada pemilihan anggota legislatif 2024, Parimus menegaskan, akan berlabuh ke PDI Perjuangan. Dia akan segera merapat ke partai berlambang kepala banteng tersebut.

”Tidak bisa dimungkiri, masih ada niat jadi calon wakil rakyat dan saya tegaskan saja, ikut di PDIP. Mudah-mudahan PDIP bisa menerima kami,” ujarnya.

Sementara itu, Jhon Krisli mengaku sangat menghargai pilihan politik Parimus dan Linda ini. Baginya, hal itu bukan masalah, karena hak politik seseorang tidak bisa  dihalangi siapa pun.

”Hak politik adalah hak konstitusional seseorang. Tidak bisa kita menahan hak politik dan pandangan seseorang, karena negara sudah memberikan ruang kebebasan dalam hal memilih partai politik,” ujar Jhon.

Jhon menuturkan, dirinya dengan Parimus sejatinya merupakan keluarga. Dia tidak ingin karena perbedaan pandangan politik, justru merusak tatanan kehidupan sebenarnya.

Jhon mengapresiasi apa yang dilakukan Parimus dan lainnya yang memberikan contoh yang baik dalam sejarah perpolitikan di Kotim. Mereka mengundurkan diri secara terhormat dan bermartabat.

”Kami berharap ini jadi pembelajaran demokrasi. Hubungan kekerabatan tetap kita jaga, meskipun berbeda pandangan politik dan ini membuat politik jadi lebih teduh, cerdas, dan santun,” katanya.

Jhon juga berharap Parimus dan Linda bisa kembali duduk di DPRD Kotim. ”Mudah musahan Pak Parimus dan Ibu linda bisa duduk kembali di DPRD. Kami berharap semuanya bisa berjalan sukses kembali mewakili konstituennya,” ujarnya.

Jhon dan Parimus sebelumnya sempat bersaing memperebutkan kursi Ketua DPC Demokrat Kotim. Sengitnya pertarungan keduanya membuat persaingan merebut kursi ketua tersebut akhirnya ditarik hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Pusat akhirnya menetapkan Jhon Krisli sebagai Ketua DPC Demokrat Kotim yang notabene merupakan orang baru di partai itu. Jhon sebelumnya merupakan kader PDIP, kemudian melompat ke NasDem, sebelum akhirnya berlabuh ke Demokrat. Di sisi lain, Parimus merupakan sosok di balik suksesi Demokrat Kotim pada 2019 lalu.

Pos terkait