Upaya PLN Bangun Infrastruktur Kelistrikan di Kalteng 

Jika Terkoneksi di Kalbar dan Kalsel, Pemadaman Bisa Diminimalisir

PLN
PENJELASAN: Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN UIP KLB Jhon Y S Rembet menjelaskan infrastruktur kelistrikan di Kalteng, Senin (14/8/2023). (DODI/RADAR SAMPIT)

PT PLN (persero) Unit Induk pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) memberikan perhatian besar bagi infrastruktur kelistrikan di Kalteng. Infrastruktur kelistrikan terus dibangun hingga Kalteng terkoneksi dengan Kalbar.

DODI, Palangka Raya | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN (persero) UIP KLB Jhon Y S Rembet mengatakan, pihaknya membawahi wilayah kerja Kalbar dan Kalteng, serta pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan skala besar. Khususnya pembangkit dan jaringan tenaga listrik.

Pihaknya membangun jaringan tegangan tinggi untuk menghubungkan beberapa daerah di Kalteng hingga akan terhubung sepenuhnya dengan jaringan Kalsel dan Kalbar. Jika sudah optimal, akan bisa meminimalisir pemadaman dan pasokan listrik ke Kalteng lebih baik.

”Tujuan kami menghubungkan seluruh Kalimantan dalam hal kelistrikan,” ujarnya di Kantor PLN Unit Pelaksana Proyek KLB 3 di Jalan Wortel, Palangka Raya, Senin (14/8).

Jhon menuturkan, pihaknya terus berupaya membangun sistem kelistrikan agar terhubung. Meskipun di Kalteng saat ini sudah terhubung dengan Kalsel, namun masih terputus sistem dengan Kalimantan Barat.

”Makanya kami bangun mulai dari Pangkalan Bun, Sukamara, Kendawangan, hingga Ketapang, dan ujungnya Pontianak. Untuk Pangkalan Bun dan Sukamara semoga bisa tahun ini beroperasi penuh, sehingga untuk daerah Kalteng bisa menjadi interkoneksi,” ungkapnya.

Di Kalteng, lanjut Jhon, infrastruktur kelistrikan yang terhubung sudah dimulai dari Kasongan, Kuala Kurun, hingga Muara Teweh. Termasuk ke Sampit dan Pangkalan Bun.

”Makanya untuk beberapa daerah sudah terinterkoneksi atau terhubung. Jadi, jika semua terkoneksi, maka pembangit bisa optimal dalam melayani beban di Kalimantan. Sebab, beban paling banyak saat ini di Kalsel. Kalau semua sudah terhubung, ketika beban tinggi, bisa disuplai daya untuk difokuskan ke daerah yang tinggi,” jelasnya.

Apabila sudah terkoneksi, tambahnya, pelayanan kelistrikan akan lebih optimal. Dia mencontohkan di Jawa-Bali yang bisa saling terlayani dengan baik walaupun berbeda provinsi.

”Jika terwujud, potensi gangguan bisa diminimalisir dan pertumbuhan beban dari kebutuhan masyarakat maupun industri terlayani dengan baik, sehingga tak perlu lagi membangun pembangkit baru di sekitar wilayah,” ujarnya.

Mengenai daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar), pihaknya mendukung peningkatan pelayanan kelistrikan melalui pembangkit kecil. Namun, jika nantinya memungkinkan secara sistem, pihaknya akan siap membangun jaringan tegangan tinggi dengan gardu induk, hingga kelistrikan di 3 T itu bisa terakomodir secara keseluruhan.

”Makanya kami berupaya. Kami pun mengapresiasi pemerintah agar terus sama-sama berupaya agar infrastruktur kelistrikan terus meningkat, khususnya di Kalteng,” ujarnya. (***/ign)

Pos terkait