SAMPIT, radarsampit.com – Banjir yang melanda puluhan desa di sejumlah kecamatan wilayah utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum juga surut. Di Kecamatan Parenggean, banjir yang merendam 341 rumah warga di lima desa dan dan satu kelurahan rata-rata ketinggiannya 50 – 130 cm dari atas permukaan tanah.
Camat Parenggean telah menerima bantuan paket bahan pokok dari berbagai pihak dan perusahaan. Bantuan tersebut telah disalurkan untuk warga di Kelurahan Parenggean sebanyak 500 paket sembako, Desa Menjalin 80 paket, Desa Tehang 40 paket, Desa Kabuau 142 paket, Desa Barunang Miri 175 paket, dan Desa Bajarau sebanyak 100 paket.
”Posko Kecamatan Parenggean masih menggalang dana yang dilakukan Pramuka, Paskibraka, dan tokoh masyarakat. Semoga bantuan yang sudah disalurkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya selama banjir melanda,” kata Siyono, Rabu (14/9).
Banjir juga terjadi di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Terdapat 12 desa dan satu Kelurahan Kuala Kuayan dengan total penduduk 2.345 KK atau 8.885 jiwa terdampak banjir. Ketinggian banjir dari 50 -150 cm. Banjir sudah menggenang selama empat hari terakhir.
Wabup Kotim Irawati, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Kepala Dinsos Kotim Wiyono telah tiba meninjau langsung lokasi banjir di Kuala Kuayan pada Rabu (13/9) pagi.
Irawati menyempatkan diri mengunjungi warga Desa Bawan, Cahya Prania (19), ibu dari korban balita yang tenggelam di selokan dekat rumahnya.
Irawati berangkat menggunakan perahu BPBD Kotim dari Kuala Kuayan menuju Desa Bawan memakan waktu sekitar 20 menit. ”Alhamdulillah, setelah meninjau ke Kuala Kuayan, kami ke rumah duka dan menjenguk orang tua korban banjir di Desa Bawan, sekaligus menyerahkan bantuan untuk korban dan warga yang terdampak banjir lainnya,” kata Irawati.
Pemkab Kotim melalui BPBD Kotim dan Dinsos Kotim tekah membawa paket bahan pokok yang disalurkan untuk warga Kecamatan Mentaya Hulu, Telaga Antang, dan Antang Kalang. Masing-masing kecamatan menerima 50 paket bahan pokok dari BPBD dan 25 paket beras dari Dinsos Kotim.
”Paket sudah diserahkan untuk warga di Kecamatan Mentaya Hulu, Telaga Antang, dan Antang Kalang,” katanya.
Irawati kembali mengingatkan camat dan kades setempat yang dilanda banjir agar siaga dan tidak perlu keluar daerah. ”Sesuai arahan Bupati, khusus daerah yang saat ini dilanda banjir diusahakan camat dan kadesnya siaga. Kalaupun ada urusan yang mengharuskan berangkat ke Kota Sampit, diusahakan harus cepat dan tenaga kesehatan di puskesmas harus siaga. Alhamdulillah dinkes juga ikut mendampingi meninjau langsung lokasi banjir,” kata Irawati.
Menurutnya, keberadaan camat, kades, dan tenaga kesehatan di puskesmas, apalagi saat banjir melanda sangat penting. ”Di saat situasi seperti ini, warga pasti ada yang mengeluh sakit. Tolong puskesmas cek ketersediaan obatnya. Jangan sampai layanan kesehatan masyarakat terganggu hanya karena obat tidak tersedia,” katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat agar mengungsi ke rumah kerabat terdekat apabila rumahnya sudah tidak aman. Namun, bagi masyarakat yang memang tinggal di bantaran sungai dan kerap menjadi langganan banjir, sebaiknya pindah membangun rumah yang lebih aman di dataran yang lebih tinggi.
”Saya sudah ada komunikasi dengan kades, agar dibantu siapkan lahan untuk warga yang rumahnya sering kebanjiran agar diusulkan dibantu direlokasi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Seperti di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, masyarakat setempat diusulkan pindah. Namun, sampai saat ini masyarakat tetap tak mau pindah dan tetap betah bermukim di bantaran sungai.








