Warga Pangkalan Bun Bersihkan Sungai Cegah Luapan Air

bersihkan sungai
NORMALISASI: Warga saat gotong royong membersihkan aliran Sungai Buun, usai banjir merendam puluhan rumah di Kelurahan Baru, Jumat (12/1/2024). (istimewa/radar sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Pemerintah Kelurahan Baru bersama warga di tiga Rukun Tetangga (RT), Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), bahu membahu membersihkan Sungai Buun yang dipenuhi dengan sampah dan tanaman liar. Pembersihan dilakukan usai anak sungai tersebut meluap dan merendam puluhan rumah di tiga RT setempat.

Hasilnya, setelah dibersihkan ketinggian air di sungai yang berada di dalam Kota Pangkalan Bun tersebut langsung menurun 20 sentimeter.

Bacaan Lainnya

Lurah Baru Ikhsan mengatakan, Sungai Buun meskipun merupakan anak sungai yang bermuara ke Sungai Arut,  tetapi merupakan sungai penyangga limpahan air dari kawasan AURI, Rilex, dan dari Kelurahan Sidorejo.

“Sehingga fungsi sungai ini sangat vital, bila dipenuhi sampah dan tanaman air maka kiriman air dari atas akan menyebabkan sungai meluap dan merendam rumah warga disekitar sungai,” ujarnya, Jumat (12/1/2024).

Menurutnya, luapan sungai juga disebabkan belum selesainya pekerjaan pembangunan jembatan. Tiang-tiang kayu yang menahan beban jembatan di bagian bawah belum dibersihkan sepenuhnya sehingga banyak sampah yang sangkut ketika hujan deras turun.

Baca Juga :  Pengusaha Pangkalan Bun Minta Menhub Beri Solusi Mahalnya Tiket Pesawat

Selain itu lanjut Ikhsan, pembersihan aliran Sungai Buun tidak bisa dilakukan secara manual, tetapi harus menurunkan alat berat, karena bukan hanya tanaman air yang menutup sungai tetapi sungai Buun, juga telah terjadi sedimentasi.

“Mumpung ada alat milik PUPR, jadi sekalian kita keruk, karena ini sungai vital bagi kehidupan masyarakat sekitar, dan menjadi salah satu projek destinasi wisata di Kelurahan Baru, sehingga benar-benar akan kita tata,” pungkasnya.

Diketahui, banjir dadakan akibat hujan deras Rabu 10 Januari 2024 malam, menyebabkan beberapa tembok fasilitas publik ambruk. Tercatat di Gang LKMD 1 siring jalan permukiman ambrol sepanjang 15 meter dengan ketinggian 4 meter.

Selain itu, pagar SMP Negeri 2 Arut Selatan dibagian belakang kantin sampai kelas 7 E ambruk sepanjang 35 meter. Kemudian di jalanHM Rafii, pagar belakang Kantor Dishub ambruk ke jalan gang sepanjang 10 meter.



Pos terkait