PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Pemilik warung makan di Jalan Kalimati Lama, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan (Pangkalan Bun), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menjadi korban gendam, Minggu (13/7/2025).
Pelaku gendam merupakan pria berperawakan pendek, gemuk, berkulit hitam, bergigi ompong dan mengendarai Honda Beat. Dia membawa kabur uang dan perhiasan milik korban. Korban baru tersadar setelah pelaku meninggalkannya.
Korban gendam, Ayu Puspita, menceritakan bahwa awalnya seorang pria singgah di warungnya, dan berpura-pura mencari tukang bangunan. Pelaku gendam yang datang seorang diri itu kemudian memesan teh hangat.
“Pelaku tiba-tiba bercerita kalau ia sebenarnya mau ke Pendulangan, Desa Tanjung Putri, untuk menyembuhkan penyakit orang. Pelaku memberitahu bahwa warung ibu saya auranya suram, lantaran ada orang yang merasa tersaingi menaruh barang-barang aneh, seperti tanah kuburan,” bebernya.
Kemudian pria tersebut meminta telur ayam satu biji, kemudian dipecahkannya. Di dalamnya terdapat tanah. Kemudian pria tersebut terus memberi sugesti agar ia dan ibunya menuruti permintaan pelaku.
“Setelah telur saya kasihkan, kemudian dipecahkannya di dalam telur itu ada tanahnya, saya heran dari mana tanah itu, kemudian pria itu terus bicara dan mensugesti saya dan ibu saya, dan kami berdua hanya manggut-manggut saja,” bebernya.
Tidak lama kemudian, pria itu meminta uang dan meminta ibunya melepaskan perhiasan emas yang dikenakannya, kemudian semua uang dan perhiasan diserahkan semua kepada pria itu yang kemudian perhiasan dan uang diletakan di dalam bungkusan berisi beras.
Setelah itu, pria tersebut langsung pergi dengan kendaraan roda dua jenis Honda Beat ke arah Kota Pangkalan Bun. Ibu dan anak tersebut baru tersadar ketika pelaku pergi meninggalkan mereka.
Ketika bungkus beras dibuka, uang dan perhiasan sudah raib. Mereka berusaha mencari pria tersebut tetapi tidak ketemu.
“Kami tidak sadar, uang dan perhiasan seperti cincin dan anting-anting ketika diminta lepas, ibu saya melepaskan dan menyerahkan kepada pria tersebut dengan uang. Kerugian jutaan rupiah, uang segitu sangat berarti, apalagi kami hanya warung kecil,” pungkasnya. (tyo)








