PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kejuaraan dunia balap sepeda gunung Union Cyliste Internationale (UCI) Mountain Bike (MTB) Eliminator World Championship 2023 yang digelar di Palangka Raya menyajikan adu cepat menegangkan, Minggu (12/11). Persaingan sengit terlihat dalam perebutan tahta sebagai juara dunia.
Setelah berjuang keras, Titouan Perrin Garnier asal Prancis akhirnya keluar sebagai juara pada kategori Elite Men. Dia harus adu cepat dengan kedua rekan senegaranya Lorenzo Serres, dan pesepeda Norwegia Sondre Rokke di tempat ketiga. Pada kategori Elite Women, pembalap Italia Gaia Tormena mempertahankan gelar juara yang diraihnya setahun silam di Barcelona, Spanyol.
Saat pertandingan berlangsung, Gaia Tormena terlihat begitu mendominasi. Usai dinobatkan sebagai juara, Gaia mengaku bersyukur bisa mempertahankan gelarnya dan menjadi juara dunia empat kali.
”Sunggu luar biasa bisa mempertahankan gelar ini. Saya sangat bahagia. Latihan selama ini tidak sia-siap. Terima kasih atas dukungan semua pihak. Juara dunia kembali diraih dan ini sangat luar biasa,” katanya kepada awak media.
Gaia mengaku sempat grogi saat menghadapi pertandingan tersebut. Apalagi persaingan sangat ketat. Ditambah cuaca yang jauh berbeda dengan negara asalnya.
”Cuaca panas sempat jadi kendala, namun saya tetap konsentrasi penuh. Indonesia sangat luar biasa. Perjuangan tak sia-sia,” ujarnya.
Sementara itu, pembalap Indonesia Dara Latifah yang berada di posisi dua mengaku tak menyangka bisa meraih prestasi tersebut. Dia sebelumnya telah mempersiapkan diri dengan mengikuti persiapan Sea Games dan Asian Games. Termasuk ikut serta dalam kejuaraan asia di India. ”Alhamdulillah bisa juara dua. Ini seakan mimpi,” ujarnya.
Dara mengakui keunggulan Gaia. Apalagi perempuan tersebut sudah meraih juara dunia tiga kali. Di sisi lain, dia berharap prestasinya jadi motivasi bagi atlet sepeda Indonesia. ”Untuk meraih ini kuncinya adalah komitmen,” tegasnya.
Pada kategori pria, Titouan Perrin Garnier mengatakan, persaingan ketat sempat membuatnya tegang. Meski akhirnya berhasil meraih juara, pertandingan tersebut sangat menguras tenaganya.
”Luar biasa dan ini menakjubkan. Dari awal race persaingan ketat dan akhirnya masuk final hingga berhasil juara dunia. Luar biasa,” katanya.
Dia mengakui capaian tersebut tidak akan dilupakan seumur hidupnya. ”Ini balapan mendebarkan dan senang bisa mempertahankan juara dunia. Terima kasih atas dukungan seluruh tim dan berhasil meraih juara dunia lagi,” katanya.
Ketua Harian Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kalteng Rahmat Nasution Hamka mengatakan bersyukur atas suksesnya event tersebut. ”Ini juga peran dari awak media. Penyelenggaraan lancar dan sesuai arahan Gubernur Kalteng,” katanya.
Untuk event tahun depan, tentunya akan ada koreksi lantaran setiap kegiatan tidak mungkin berjalan seratus persen sempurna. ”Terima kasih atas dukungan masyarakat dan semua pihak,” katanya.
Jadi Kebanggaan Indonesia
Event internasional tersebut disaksikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama sejumlah pejabat lainnya. Sugianto sempat mengajak warga untuk ramai-ramai menyaksikan langsung aksi para pembalap sepeda gunung top nasional dan dunia.
Sementara itu, Wagub Kalteng Edy Pratowo saat membuka kegiatan mengatakan, event olahraga sepeda merupakan salah satu media pemersatu bangsa yang dapat dijadikan ajang silaturahmi untuk saling mengenal budaya antarsuku dan bangsa atau negara satu dengan lainnya.








