SAMPIT, radarsampit.com – Pemilihan anggota legislatif tahun depan jadi peluang besar bagi para politikus yang baru turun ke gelanggang perang berebut kursi wakil rakyat. Pasalnya, caleg petahana diprediksi rawan diserang kampanye negatif oleh lawan politiknya. Apalagi kinerja wakil rakyat periode 2019-2024 sering jadi sorotan.
”Caleg petahana cenderung lebih berat menjaring suara, karena mereka akan diuji dengan kinerja mereka dalam masa jabatan sebelumnya,” kata Agung Adisetiono, pemerhati politik di Sampit, Minggu (12/11/2023).
Meski demikian, lanjutnya, apabila selama menjabat caleg petahana mampu memperjuangkan aspirasi konstituennya secara maksimal, artinya ada kepuasan. Hal tersebut bisa jadi nilai tambah terhadap caleg tersebut untuk mengamankan suara kembali melenggang ke gedung dewan.
Sebaliknya, kata Agung, apabila caleg petahana ketika menjabat tidak memiliki kontribusi secara nyata untuk segmen pemilihnya sebagaimana janji politiknya saat 2019 lalu, akan jadi hambatan untuk mendulang suara. Bahkan, cenderung ditinggalkan oleh pendukungnya sendiri.
”Kalaupun warga memilih, tentunya sudah ke arah pragmatis ada uangnya baru dipilih. Itu pun persentasenya kecil sekali,” katanya.
Di sisi lain, tambahnya, pemberitaan media massa dalam beberapa bulan ini cenderung mengupas kondisi wakil rakyat yang tentunya akan berdampak terhadap caleg petahana. Sebaliknya, hal itu bisa menjadi senjata ampuh bagi caleg pendatang baru untuk menyebarkan kampanye negatif tentang caleg petahana.
”Kampanye negatif justru sangat baik bagi kehidupan demokrasi, untuk membedah rekam jejak calon sebagai bahan pertimbangan kepada pemilih,” ujarnya.
Sementara itu,Tasman, warga Baamang mengatakan, belakangan ini dia mendapati salah satu caleg dan tim suksesnya yang cenderung berbicara program dan strategi. Kemudian membandingkan dengan caleg petahana.
”Memang ada sebagian caleg petahana yang menebar janji pada 2019 lalu banyak melesetnya. Tentunya kami masyarakat sudah tidak mau lagi kedua kalinya dan memilih calon baru,” katanya.
Meski ditawari uang, dia mengaku akan tetap mengambil uang tersebut. Hanya saja, hak suaranya akan diberikan kepada calon yang dianggap mampu dan bisa dipercaya mengemban amanah sebagai wakil rakyat.
Dalam Pileg 2024 di Kotim, caleg petahana yang akan bertarung kembali ada sekitar 37 orang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim sebelumnya telah mengumumkan sebanyak 463 Daftar Calon Tetap (DCT). Terdiri dari 291 laki-laki dan 172 perempuan. Mereka memperbutkan 40 kursi di DPRD Kotim. (ang/ign)







