PALANGKA RAYA –RadarSampit.com- Aktor senior dunia perfilman Indonesia yang kini menjadi Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi kepemudaan Dede Yusuf Macan Effedi, hadir di Palangkaraya belum lama tadi, Kamis (9/2). Ia hadir bersama rombongan anggota legislatif DPR-RI lainnya, dalam rangka pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Ketika memberikan sambutan, dirinya menyoroti indeks pembangunan pemuda, terkait menyongsong tantangan bonus demografi ke depan.
“Kalau kita melihat sekarang, jumlah usia pemuda 16-30 sekitar 65 juta di Indonesia saat ini. Kurang lebih 25 persen dari jumlah penduduk kita. Kalau kita ingin menuju bonus demografi yang diharapkan pada tahun 2030, tantangan terbesarnya bukan soal usia, tetapi apakah produktif atau tidak produktif dan zaman sekarang anak-anak muda cenderung tidak tertarik untuk menjadi aktivis” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013 ini.
Selain itu dipaparkannya pula, pemuda-pemuda masa depan, yang nantinya menggantikan menjadi pemimpin-pemimpin akan terbuai dan juga akan terhambat oleh banyak tantangan-tantangan. Dan salah satu tantangan terbesarnya antara lain adalah lapangan pekerjaan, skill (kemampuan untuk masuk dan beradaptasi ke dunia kerja), kesehatan, kesetaraan gender dan faktor lainnya.
“Kami dari Komisi X ingin menggali isu-isu besar yang dihadapi oleh pemuda-pemuda yang ada di Kalteng, sehingga nantinya akan kami sampaikan kepada Kementerian Pemuda. Betapa pentingnya untuk mendorong sektor kepemudaan ini mendapat skala prioritas dari negara. Karena ternyata keberpihakan negara terhadap sektor kepemudaan sampai saat ini masih belum terlihat signifikan” papar Dede.
Sementara itu, Wakil Gubenur Kalteng Edy Pratowo yang menyambut rombongan DPR-RI itu menyatakan, pembangunan pemuda sangatlah penting, dan harus benar-benar diperhatikan, dalam rangka mewujudkan generasi yang unggul, berkarakter, tangguh, dan memiliki wawasan kebangsaan, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan yang akan semakin berat.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi diperlukan, dan harus punya visi yang sama, karena desain besar kepemudaan nasional tentunya harus didukung bersama, sebagai panduan dan peta jalan strategis untuk mencapai tujuan pembangunan kepemudaan.
Edy memaparkan, berdasarkan statistik pemuda tahun 2022 dari BPS, jumlah pemuda Kalimantan Tengah dengan kelompok umur 16-30 tahun (Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan) adalah 688.352 jiwa atau 25,04 persen dari jumlah penduduk Kalimantan Tengah.
Kemudian lanjutnya, berdasarkan hasil pendataan Bidang Pengembangan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kalteng di 2022, Data Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), adalah sebanyak 83 OKP di tingkat provinsi dan 242 OKP di tingkat kabupaten/kota.
Edy menambahkan, Pemprov Kalteng terus berupaya meningkatkan pengembangan kepemudaan, dengan adanya penyediaan anggaran yang menunjang di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng 2023.
”Harapan kita bersama, pertemuan strategis ini akan memberikan kontribusi positif dalam memajukan pembangunan kepemudaan nasional dan daerah, untuk mewujudkan generasi emas, yang akan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan besar,”pungkasnya.(ewa/gus).








