Belasan Kecamatan di Kotim Bisa Merekam Data KTP

warga buat ktp
PEREKAMAN: Salah seorang warga melakukan perekaman KTP-EL di Kantor Disdukcapil Kotim, baru-baru tadi. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Saat ini 15 kecamatan di Kotim sudah bisa melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

“Dari 17 kecamatan, ada 15 kecamatan yang bisa melakukan perekaman data KTP,” kata Kepala Disdukcapil Kotim Agus Tripurna Tangkasiang.

Bacaan Lainnya

Dua kecamatan yang belum bisa melakukan perekaman adalah Kecamatan Tualan Hulu dan Bukit Santuai. Sedangkan perekaman administrasi kependudukan (adminduk) yang tersebar di 15 kecamatan tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam membuat kartu keluarga maupun KTP.

“Tualan Hulu blank spot, sedangkan Bukit Santuai tidak ada jaringan PLN,” terang Agus.

Menurut Agus, disdukcapil pernah menempatkan seperangkat alat perekaman KTP di Kecamatan Bukit Santuai. Karena tidak memiliki jaringan PLN, maka alat tidak bisa digunakan.

Baca Juga :  Sepuluh Agen Brilink Dapat Kejutan dari BRI  Sampit

“Jadi kadang-kadang on, kadang-kadang off, itu dipandang oleh pusat kelamaan off. Sehingga mereka memutuskan jaringannya, tidak bisa dilanjutkan lagi,” tuturnya.

Seharusnya hanya satu kecamatan yang tidak bisa melakukan perekaman, yakni Kecamatan Tualan Hulu. Sekarang bertambah lagi satu dengan diputusnya jaringan untuk perekaman dari pusat di Kecamatan Bukit Santuai.

Meski demikian pihaknya tetap berharap perekaman bisa dilakukan di seluruh kecamatan. Kecamatan Bukit Santuai dalam waktu dekat akan ada jaringan listrik sehingga disdukcapil  akan kembali bersurat ke pusat untuk kembali menempatkan perangkat elektronik untuk perekaman KTP.

“Di Kecamatan Bukit Santuai nanti di bulan Maret sudah ada listriknya. Nanti saya bisa bersurat bahwa sudah ada jaringan PLN dan bermohon ditempatkan lagi elektronik dan itu akan kita lanjutkan ke kementerian dan minta jaringan dihidupkan  kembali,” pungkasnya. (yn/yit)



Pos terkait