Banjir Rendam Wilayah Kotawaringin Lama

banjir
BELUM SURUT: Banjir yang menggenangi Jalan Belitung Laut, RT 01, Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama ini.

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Meluapnya Sungai Lamandau di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merendam sejumlah desa dan kelurahan sejak sebulan terakhir.

Banjir bukan hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum serta jalan dengan ketinggian air bervariatif. Bahkan di beberapa desa, akses darat untuk menuju ibukota kecamatan sudah terputus.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, warga yang terdampak banjir di Kotawaringin Lama mencapai ribuan orang.

Banjir terparah dirasakan oleh masyarakat di Kelurahan Kotawaringin Hilir yang berada di bantaran Sungai Lamandau, dengan jumlah rumah terdampak di 5 RT mencapai 307 rumah dengan jumlah jiwa terdampak mencapai 1.317 jiwa.

Fasilitas umum yang terdampak di kelurahan tersebut seperti surau, puskesmas pembantu (pustu), sekolah dasar (SD), jalan kabupaten dan jalan permukiman.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Martogi Sialagan menyampaikan, jalan kabupaten yang terendam adalah Jalan H Bahrun, Jalan Beringin, Jalan Beji dan Jalan Dermaga, sementara jalan lingkungan di Jalan Belitung Laut.

Baca Juga :  Pengedar Sabu di Kobar Makin Menjamur

“Rata-rata kalau jalan yang keluar masuk desa ketinggian air mencapai 10 centimeter, dan rumah yang terkena banjir kedalaman air dalam rumah rata-rata 20 centimeter sampai 30 centimeter,” terangnya, Rabu (12/6/2024).

Selain di Kelurahan Kotawaringin Hilir, warga di Kelurahan Kotawaringin Hulu juga terdampak banjir yang jumlahnya mencapai 115 rumah, jumlah tersebut akumulasi di 3 RT.

Kemudian di Desa Kondang dan jumlah rumah yang terdampak mencapai 75 unit rumah, Desa Lalang, 10 rumah, serta Desa Rungun 50 unit rumah.

“Sejauh ini masih belum ada yang mengungsi, karena banjir masih naik turun, dan untuk kecamatan Aruta informasi dari aparatur desanya masih aman,” bebernya.

Sementara itu, warga bantaran Sungai Arut menghadapi kondisi dimana debit air sungai semakin meninggi, dan sudah merendam teras beberapa rumah warga, bahkan di kelurahan Baru terutama di jalan Kerbau banjir yang merendam jalan belum surut sejak sebulan terakhir.



Pos terkait