“Ada lima bilik bangunan, yang bentunya seperti barak atau ruko, dan 1 bangunan percetakan batako, dan diperkirakan kebakaran ini sudah terjadi setengah jam lebih awal dari masuknya laporan ke kita, hal itu kita lihat dari besarnya api yang sudah melalap bangunan,” terangnya kepada Radar Sampit.
Pihaknya menduga, kebakaran dipicu arus pendek. Dan Sucipto juga mengapresiasi bagi seluruh petugas damkar, baik pemerintah maupun swasta yang bahu membahu melakukan pemadaman hingga tidak lebih membesar ke lokasi lain.
Ia menambahkan, pemadaman dilakukan sekitar 45 menit oleh seluruh pemadam,sehingga bisa dipadamkan. Tidak ada kendala pemadaman lantaran air dan lainnya tersedia.
Sementara itu, saksi mata sekaligus salah satu pemilik bangunan Anwar mengatakan, awalnya ia melihat api dari bagian dapur di salah satu bangunan terbakar. Sedangkan penghuni bangunan tidak berada di tempat.
”Api cepat membesar lantaran bangunan semi permanen. Kalau saya kerugiannya puluhan juta dan kenapa bisa terbakar, kita tidak mengetahui hal tersebut,” ungkap pemilik gudang batako yang turut terbakar ini.
Pria ini mengaku, kerugian yang dialaminya itu lantaran bahan pembuatan batako dan alat pembuatan batako terbakar habis, serta aliran listrik yang terputus akibat KWH yang dimilikinya terbakar. ”Seperti semen, kompresor, KWH listrik dan bangunan gudang juga sebagian hangus,” tandas Anwar.(daq/agf/gus)