SAMPIT, radarsampit.com – Masalah gizi pada balita, termasuk stunting, masih menjadi tantangan besar dalam sektor kesehatan masyarakat di Indonesia.
Stunting tidak hanya berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, motorik, dan meningkatkan risiko gangguan metabolik di masa dewasa.
BRI Cabang Sampit turut mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah dalam mencegah dan menurunkan angka prevalensi stunting serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Hal ini ditunjukkan melalui aktivitas corporate social responsibility (CSR) BRI Peduli dengan melaksanakan program ‘Cegah Stunting itu Penting’ di Puskesmas Mentaya Seberang pada Senin 24 Februari 2025.
Bantuan yang diberikan BRI berupa paket Antropometri Kit-SK TKDN di Puskesmas Mentaya Seberang yang terdiri dari metrisis digital babt weight scale 02 bluetooth, metrisis digital weight scale 02 bluetooth, metrisis analog stadiometer 02, metrisis analog infantometer board 02, metrisis analog body measuring tape, metrisis tas antropometri.
”Pemberian bantuan Antropometri Kit di Puskesmas merupakan upaya nyata BRI dalam mendorong pelayanan kesehatan dasar yang baik sehingga dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Pemimpin BRI Cabang Sampit Makhfudhi Badrul Kamal.
Selain Antropometri Kit, BRI Cabang Sampit juga menyerahkan makanan tambahan untuk pencegan stunting selama tiga bulan berupa SGM Eksplor Gain Optigrow, SGM eksplor 1+ 400 gram, SGM Bunda 150 gram, beras, kacang hijau, telur ayam. Bantuan ini diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Mentaya Seberang dr Candra Eriyanto.
Pemimpin BRI Cabang Sampit Makhfudhi Badrul Kamal mengungkapkan bahwa program ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2025.
BRI Peduli ‘Cegah Stunting Itu Penting’ merupakan bentuk dukungan BRI terhadap program pemerintah dalam mencegah dan menurunkan angka prevalensi stunting serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainabilty and Development Goal’s (SDG’s).
BRI tidak hanya mampu membantu mendorong program pemerintah dalam mencegah stunting, tapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kuat dan hebat untuk masa depan yang lebih baik.
“Inisiatif ini merupakan upaya nyata BRI mendukung penurunan angka stunting sekaligus mendorong generasi muda yang berkualitas,” kata Makhfudhi.
Dalam program ‘Cegah Stunting Itu Penting’, BRI Cabang Sampit berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur untuk menentukan target dan lokasi, sehingga bisa tepat sasaran.
Kepala Puskesmas Mentaya Seberang dr Candra Eriyanto menyampaikan terima kasih kepada BRI yang telah berkontribusi dalam program pencegahan stunting. Peran BRI ini sangat bermanfaat bagi kesehatan generasi penerus. (yit)








