Cerita di Balik Viralnya Aksi Robek Piagam dan Banting Medali di Sampit

Camat Telawang Siagano menyerahkan langsung bonus untuk atlet catur
TERIMA BONUS: Camat Telawang Siagano menyerahkan langsung bonus untuk atlet catur yang meraih medali emas dalam Porkab Kotim, Jumat (24/6). (IST/RADAR SAMPIT)

RadarSampit.com – Video peserta cabang olahraga catur yang mengeluhkan tak mendapatkan bonus dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Kotawaringin Timur (Kotim) sempat viral. Polemik itu resmi berakhir setelah peserta tersebut mendapat bonus langsung.

HENY, Sampit

Bacaan Lainnya

Iyan Bakul. Demikian pria bernama asli Supian Hasyim itu sering disapa. Dia kembali membuat heboh setelah aksinya merobek piagam dan membanting medali yang diperolehnya dari cabang catur pada ajang Porkab Kotim 2022.

Selain diberitakan sejumlah televisi nasional, aksinya juga jadi perhatian sejumlah akun media sosial berpengikut besar. Pendapat publik terbelah menyikapi aksinya. Ada yang sepakat karena bonus atlet yang tak jelas, ada juga yang mengecam karena dinilai melecehkan ajang olahraga.

Iyan sendiri tercatat sebagai atlet dari Kecamatan Telawang saat mengikuti Porkab Kotim. Dia berhasil meraih medali emas dan perunggu.

Camat Telawang Siagano menjelaskan, pihaknya telah berupaya menyiapkan anggaran khusus untuk bonus bagi atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu. Dia melibatkan berbagai perusahaan untuk ikut andil melalui dana CSR.

”Sebenarnya, anggaran khusus dari kecamatan memang sangat terbatas. Tetapi, kami sudah upayakan dan sudah siapkan anggaran dengan melibatkan berbagai perusahaan melalui CSR. Bahkan, sebelum persoalan video itu ramai dibahas publik, penyerahan bonus itu tidak bisa langsung diberikan hari itu juga seperti keinginan atlet. Kami perlu waktu menyalurkannya. Pasalnya, atletnya tidak sabaran persoalan itu menjadi ramai,” kata Siagano, Sabtu (25/6).

Dari hasil rapat, disepakati bersama bahwa peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 1 juta, medali perak Rp 500 ribu, dan perunggu Rp 250 ribu.

Dalam Porkab Kotim, Telawang menduduki posisi ketiga setelah Kecamatan MB Ketapang dan Baamang dengan raihan 39 medali dari 17 kecamatan se-Kotim. Rinciannya, 14 medali emas, 16 medali perak, dan 9 medali perunggu. Pihak kecamatan menyiapkan anggaran bonus bagi peraih medali dengan total Rp 24.250.000.

Kecamatan Telawang mengikuti sebanyak 11 cabor dari total 14 cabor yang dipertandingkan dalam Porkab Kotim 2022. Ada 120 kontingen yang diikutsertakan bertanding membawa nama Kecamatan Telawang.

”Penyerahan bonus untuk para atlet yang berhasil meraih medali sudah kami serahkan, kecuali cabor catur yang agak terlambat karena persoalan video itu. Saya sangat berhati-hati mengambil sikap dan saya juga sangat kecewa dan tersinggung dengan sikap satu orang atlet yang tidak sabaran ini,” katanya.

Meski demikian, Siagano tetap berbesar hati menyelesaikan persoalan tersebut dan menyerahkan bonus untuk Supian Hasyim yang disaksikan Manager Cabor Catur Telawang Ruslan Abdul Gani, wasit catur Rusmansyah, serta Koordinator Olahraga Kecamatan, Jumat (24/6) malam.

”Saya sudah menyerahkan bonus untuk Iyan. Semua atlet di Kecamatan Telawang dari berbagai cabor sudah menerima bonus. Catur saja yang belum. Karena, setelah kejadian itu, Iyan sempat menghilangkan diri. Sulit ditemui. Sampai akhirnya malam tadi kami bisa bertemu,” katanya.

Siagano mengaku sangat kecewa dan tersinggung dengan sikap Supian Hasyim yang bersikap seolah-olah tak menghargai penyelenggara Porkab dan melecehkan Pemkab Kotim. Dalam video singkat itu, Iyan membanting medali dan merobek penghargaan serta menyebut pemerintah daerah hanya ‘omong doang’.

”Jujur saja. Awalnya saya merasa terpukul. Sangat tersinggung dan kecewa. Persoalan itu sempat membuat situasi tegang. Setelah diceritakan, perangai orang itu memang labil. Semakin dipancing, semakin jadi. Jangan diambil hati. Dari cerita itu, saya berbesar hati memaafkan,” katanya.

Pos terkait