Kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Sampit diwarnai insiden ambulans yang tertahan di depan RSUD dr Murjani Sampit. Begini kisah keluarga pasien dalam ambulan tersebut.
FAHRY ILHAMI SAMOSIR, Sampit | radarsampit.com
Siang itu, Jumat (28/6/2024), suasana rumah Rina (40) tak seperti biasanya. Sejumlah kendaraan motor hingga kendaraan roda empat banyak terparkir di sekitar kediamannya.
Perempuan yang biasa dipanggil Rina Kojor itu mendadak banyak kedatangan tamu sejak pagi hingga siang. Kedatangan para tamu terkait viralnya mobil ambulans yang ditumpanginya dihentikan petugas saat rombongan Presiden RI melintas di RSUD dr Murjani Sampit, Selasa (26/6/2024) lalu.
Radar Sampit langsung disambut oleh ibu anak satu tersebut. Di ruang tamu sebelah kanan, terlihat seorang nenek terbaring lemah. Nenek tersebut merupakan orang tua Rina, Sriyati (83).
Rina menuturkan, ibunya akhir-akhir ini sering sakit. Hal itu seiring usianya yang sudah sepuh. Hampir sepekan belakangan, pekerjaannya yang biasa membuat makanan ringan, harus terhenti untuk merawat ibunya yang sakit.
Di samping itu, ia tak menyangka jika dirinya ikut viral setelah Istana Negara mengucapkan permintaan maaf kepadanya. ”Saat itu anak saya yang kasih tahu, kalau saya viral di Twitter,” ujar Rina.
Dia menuturkan, saat Presiden RI berkunjung ke Kotim, ibunya, mendadak mengalami sesak napas. Hal itu membuat penghuni rumah, termasuk dirinya langsung panik. Tanpa pikir panjang, ia dengan cepat menghubungi ambulans.
”Ambulans tiba di rumah sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung membawa ibu saya menuju ke Rumah Sakit Murjani,” kata Rina.
Namun, dalam perjalanan, situasi sangat ramai, karena tingginya antusiasme masyarakat menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Saat ambulans tiba di perempatan Jalan MT Haryono – HM Arsyad, mobil mendadak berhenti karena terhalang masyarakat.
”Untungnya saat itu petugas langsung memberi jalan hingga mobil bisa melanjutkan perjalanannya ke rumah sakit,” kata Rina.
Namun, lanjutnya, saat tiba di RSUD dr Murjani Sampit, rombongan Presiden melintas. Seorang petugas yang berjaga langsung menghentikan mereka.
Perasaannya pun mulai cemas karena keadaan ibunya. Di sisi lain, ia merasa senang karena Presiden RI yang diidolakannya melintas di depannya.
”Setelah mobil Presiden RI melintas, kami dipersilakan lewat hingga ibu saya langsung dirawat di IGD,” katanya.
Rina mengaku tak menyangka momen tersebut sampai viral di media sosial (medsos). Namun, di sisi lain, ia juga menyesalkan ambulans yang membawa ibunya yang sakit harus dihentikan.
”Saat ambulans tiba di depan rumah sakit, saya yakin harusnya bisa didahulukan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit Sutriso mengoreksi pernyataan sebelumnya terkait kondisi pasien dalam ambulans. Pasien tersebut memang perlu dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan medis.
”Jadi, yang saya maksud, pasien itu usia lanjut dan tekanan di atas 150. Memang perlu ke UGD. Tapi alhamdulillah dengan keadaan kemarin kami masih bisa berbuat yang terbaik, sehingga pasien bisa kami tangani,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, tertahannya mobil ambulans membawa pasien saat rombongan Presiden RI Joko Widodo melintas di depan RSUD dr Murjani Sampit langsung ditanggapi pihak Istana Negara.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menyampaikan permohonan maaf terkait kejadian itu. Permohonan maaf disampaikan kepada keluarga pasien serta masyarakat.
”Kami memohon maaf kepada keluarga dan masyarakat atas kejadian tersebut dan akan selalu mengingat kembali kepada semua jajaran pengamanan,” kata Yusuf, Kamis (27/6/2024).








