Cuaca Buruk, BMKG Ingatkan Nelayan Tidak Nekat Melaut

cuaca buruk laut 1
CUACA EKTREM: Suasana cuaca ekstrem di Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (19/7)

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengingatkan agar para nelayan di pesisir Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat untuk tidak pergi melaut terlebih dahulu.

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Aqil Ikhsan mengatakan bahwa stasiun Maritim Semarang telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku dari tanggal 19 Juli hingga 20 Juli 2022.

“Tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Kalimantan Tengah bagian Barat,” terangnya, Selasa (19/7).

Dijelaskannya bahwa saat ini pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Selatan – Barat dengan kecepatan angin berkisar antara 5 sampai 20 knot.

Untuk itu ia meminta agar nelayan dapat memperhatikan rIsiko tinggi gelombang di atas 1,25 meter hingga 2,5 meter, khususnya kepada nelayan dengan kapal kecil karena sangat berbahaya bila memaksakan untuk pergi melaut.

Disebutkannya saat ini musim kemarau atau biasa disebut musim Tenggara karena Angin Monsun datang dari Selatan atau Tenggara (Australia).

Baca Juga :  PT.SINP-PBNA Serahkan Bantuan Meubelair

Dengan kondisi tersebut ia mengimbau kepada masyarakat yang tinggal serta beraktivitas di pesisir Laut Kumai, yaitu pesisir terpadu Pantai Kubu, Pantai Bogam, dan Pantai Keraya yang berpotensi terjadi gelombang tinggi dan pasang laut agar berhati-hati dan waspada.

Saat dikonfirmasi warga Desa Teluk Bogam, Sadam Husein mengatakan saat ini di desa setempat angin bertiup sangat kencang, air laut pasang dan gelombang lumayan tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. “Lumayan kencang angin dan pasang laut, untuk di Bogam air laut naik dari biasanya,” pungkasnya. (tyo/sla)

 

 



Pos terkait