PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).
Kegiatan dalam rangka pemahaman Pendidik PAUD agar memiliki kompetensi yang memadai di bidangnya masing-masing, sehingga punya kontribusi yang untuk anak didik.
Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Balai Guru Penggerak (BGP). Bimtek tersebut diikuti 100 orang tenaga pendidik yang merupakan perwakilan dari masing-masing PAUD di Kota Palangka Raya.
Dalam momen itu, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayani melalui Sekretaris Disdik Kota, Aprae Vico Ranan.
Dibacakan Vico dalam sambutannya, dia menyampaikan, langkah konkrit ubu meningkatkan kompetensi, khususnya Pendidik PAUD sehingga dapat memenuhi tuntutan kebutuhan dan perkembangan masyarakat serta dapat memberikan layanan pembelajaran yang bermutu bagi masyarakat, sehingga bisa kualitas pendidikan meningkat dan berdampak baik bagi kota Palangka Raya.
Ia menerangkan, dalam upaya penguatan kualitas kompetensi pengajar. Melalui identifikasi kebutuhan anak usia dini, metode pembelajaran, bahan ajar anak usia dini, penyusunan perencanaan pembelajaran, dan pemantauan serta penilaian peserta didik.
Dimana semua program pelatihan, bertujuan untuk menstandarkan kualitas kompetensi pengajar Paud agar sesuai dengan kebutuhan,
“Jadi Bimtek ini juga akan disampaikan penanganan khusus untuk menciptakan karakter anak. Maka dari itu, kompetensi para pengajar harus sesuai dengan pola pendidikan yang dibutuhkan,” tuturnya.
Disampaikan lagi bahwa tujuan kegiatan bimtek ini adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis dari setiap tenaga pendidik atau guru yang ada di satuan PAUD.
“Ada 100 orang tenaga pendidik ikut serta. Kita melaksanakan Bimtek PAUD HI. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan PAUD. Di mana arahnya adalah menciptakan anak usia lima sampai enam tahun yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia,” ujarnya, Jumat (15/9).
Menurutnya, hal ini membutuhkan pemahaman dan kerja sama dari tiga stakeholder. Antara orang tua dan satuan pendidikan, dan dinas pendidikan itu sendiri. Ketiga stakeholder ini harus saling bersinergi untuk mencapai tujuan menciptakan anak yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.
“Harapannya tidak hanya untuk guru, tetapi juga orang tua yang memiliki anak usia lima sampai enam tahun untuk mendaftarkan anaknya ke satuan pendidikan. Karena angka partisipasi murni anak usia lima sampai enam tahun di Kota Palangka Raya sudah 95,02 persen,” Ucapnya.
Vico menjelaskan bahwa masih ada 727 anak yang belum terdaftar di satuan pendidikan di Kota Palangka Raya. hal ini menjadi PR pihaknya. Meskipun pencapaian Kota dalam kategori ini sudah sangat tinggi karena di atas 95 persen, namun Kota Palangka Raya sudah menjadi nomor satu di Kalimantan Tengah dan bahkan di atas rata-rata nasional.
“Tidak bisa berpuas diri dengan tetap mengejar angka 727 untuk segera dan terus mengajak dan mengarahkan para orang tua untuk segera mendaftarkan anaknya ke satuan pendidikan yaitu PAUD,” imbuhnya.
Ia menekankan, diharapkan dengan meningkatnya kemampuan dari guru atau tenaga pendidik dari satu PAUD, anak anak usia lima hingga enam tahun dapat tumbuh kembang dengan sehat, cerdas serta memiliki sikap yang baik.
Dijelaskannya, agar dapat menciptakan anak-anak yang tumbuh dengan sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia, dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Mulai dari orangtua, satuan pendidikan yang dalam hal ini merupakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta peran dari Disdik itu sendiri.








