Gagal Penalti Berujung Serangan Rasial

GAGAL: Pemain Inggris Marcus Rashford gagal memasukkan bola ke gawang Italia meski berhasil menipu kiper. (POOL/AFP VIA GETTY IMAGES)

Inggris gagal memanfaatkan keuntungan jadi tuan rumah final Euro.  Ini sekaligus melengkapi penampilan jeblok beberapa pemain muda mereka yang diprediksi bakal moncer.

Skuad Inggris memang bukan yang termuda pada Euro 2020. Namun, tim asuhan Gareth Southgate itu diisi beberapa pemain muda yang jadi pilar inti klub pada musim lalu. Sebut saja wide attacker Bukayo Saka, wide attacker Jadon Sancho, wide attacker Phil Foden, gelandang Jude Bellingham, dan gelandang serang Mason Mount.

Bacaan Lainnya

Semuanya mendapat trofi musim lalu. Saka memenangi Community Shield bersama Arsenal. Sancho dan Bellingham juara DFB-Pokal bersama Borussia Dortmund. Foden double winners bersama City (Premier League dan Piala Liga). Sedangkan Mason Mount juara Liga Champions berkostum Chelsea.

Tetapi, alih-alih menularkan kontribusi hebat di level klub buat Three Lions, julukan Inggris. Semuanya melempem. Bahkan, Sancho dan Saka bak pesakitan.  Sebab, keduanya gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor adu penalti kemarin dini hari.

Dampak kegagalan itu, Saka, Sancho bersama striker Marcus Rashford yang juga gagal mengeksekusi penalti, mendapat serangan rasial di media sosial. “Saya yang bertanggung jawab memilih siapa eksekutor penalti. Jadi, bukan pemain yang menawarkan diri, atau karena pemain yang lebih berpengalaman tidak ingin mengambilnya,” ucap Southgate kepada BBC.

Keputusan pelatih 50 tahun itu memilih Sancho dan Saka sebagai dua eksekutor terakhir memang jadi sorotan. Sebab, beberapa pemain yang lebih senior seperti Raheem Sterling, Jack Grealish, dan bek kiri Luke Shaw justru tidak mengambil tanggung jawab. Pemain senior Jordan Henderson malah ditarik keluar pada menit ke-120, atau beberapa detik jelang adu penalti.  Dia digantikan Rashford yang akhirnya gagal menjadi algojo penalti.

Dan, apapun dalih Southgate, memberikan tanggung jawab besar kepada Sancho, Saka dan Rashford dianggap sebuah blunder. Apalagi, bagi Sancho dan Saka, Euro kali ini merupakan debut mereka di turnamen mayor. Kegagalan kemarin diyakini bisa mempengaruhi psikis mereka.

Apalagi, Sancho bakal berkostum Manchester United per musim depan. Bukan tidak mungkin jebolan akademi Manchester City itu masih menerima teror berkat kegagalan.  “Untuk para pemain muda, jika aku menjadi kalian, maka aku akan tetap mengambil tanggung jawab eksekutor,’’ bela mantan striker Inggris Alan Shearer.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *